Meneladani Keutamaan Puasa; Tausyiah Penutup PLO KUA Medan Sunggal di Masjid Istiqamah

Medan ( Humas) Penata layanan operasional KUA Medan Sunggal, Dr. Iqbal Habibie Siregar, M.Pd.I, menyampaikan tausiyah yang penuh makna di Masjid Istiqomah, Jalan Beringin Gang Mushola, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (15/2/2026), Tausiyah ini dilaksanakan ba’da Maghrib hingga selesai salat Isya. Tema yang diangkat adalah Meneladani Keutamaan Puasa, dengan merujuk pada kitab Attaqrirat As Sadida Fil Masail Al Mufidah karya Habib Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim Al-Kaf.

Pembukaan Tausiyah Iqbal Habibi Siregar membuka ceramah dengan mengingatkan jamaah tentang pentingnya bulan Ramadan yang penuh berkah, serta betapa besar keutamaan puasa sebagai ibadah yang mengajarkan kesabaran, ketakwaan, dan keikhlasan. Beliau menekankan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk perbuatan yang dapat membatalkan pahala puasa.

Rukun Puasa Dalam materi yang disampaikan, Iqbal Habibi Siregar, menjelaskan tentang rukun puasa, yang terdiri dari niat, menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari fajar hingga matahari terbenam, dan yang terakhir adalah menyegerakan berbuka puasa. Menurut beliau, setiap rukun ini memiliki kedalaman makna dan tujuan yang harus dipahami dengan baik oleh setiap muslim.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa Selanjutnya, Iqbal Habibi Siregar, menguraikan berbagai hal yang dapat membatalkan puasa. Beliau mengingatkan jamaah agar lebih berhati-hati dalam menjalani ibadah puasa, seperti makan dan minum dengan sengaja, berhubungan suami-istri pada siang hari Ramadan, serta perbuatan lain yang dapat membatalkan puasa, baik yang disadari maupun tidak. Hal ini penting untuk menjaga kesempurnaan ibadah.

Sunnah-Sunnah Puasa Dr. Iqbal juga membahas beberapa sunnah yang dianjurkan selama bulan puasa, antara lain memperbanyak ibadah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan sedekah. Sunnah-sunnah ini diharapkan dapat menambah keberkahan bulan Ramadan dan membantu meningkatkan kualitas ibadah umat Islam.

Hikmah dan Pelajaran dari Puasa Selain itu, beliau juga mengajak jamaah untuk merenungkan hikmah di balik ibadah puasa, yang tidak hanya terkait dengan menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga melatih jiwa agar lebih sabar, ikhlas, dan meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT. Puasa mengajarkan umat Islam untuk merasakan penderitaan orang miskin, yang sering kali kekurangan makanan dan minuman.

Penutupan Acara tausiyah diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh; Iqbal Iqbal Habibi Siregar. Jamaah diajak untuk memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan dalam menjalani ibadah puasa, serta diberkahi dengan keberkahan di bulan suci Ramadan. Tausiyah ditutup dengan salat Isya berjamaah, yang semakin menambah kesan spiritual di malam tersebut.

Mengutip dari kitab Attaqrirat As Sadida Fil Masail Al Mufidah, Iqbal Habibi Siregar, mengingatkan bahwa puasa adalah ibadah yang memiliki tujuan untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, serta menjaga hubungan baik dengan sesama umat manusia. Beliau menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi lebih dari itu, adalah latihan spiritual yang mendalam. Dengan pemahaman yang benar tentang rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, dan sunnah-sunnah yang dianjurkan, umat Islam dapat melaksanakan puasa dengan lebih baik dan penuh keberkahan.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *