Lewat Tradisi Punggahan, Penyuluh Medan Baru Ajak Perkuat Ukhuwah dan Rasa Kekeluargaan

Medan (Humas) Suasana hangat penuh kebersamaan tampak menyelimuti kegiatan punggahan yang dilaksanakan oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Nurul Iman, Jl. Mesjid Medan Johor, Sabtu (14/2/2026). Tradisi menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan ini dihadiri berbagai lapisan masyarakat, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja masjid, hingga anak-anak yang memadati area masjid sejak maghrib.

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi besar bagi warga sekitar. Selain berkumpul untuk berdoa bersama, jamaah juga memanfaatkan kesempatan itu untuk saling bertegur sapa, mempererat hubungan, serta menumbuhkan rasa persaudaraan menjelang masuknya bulan yang penuh berkah.

Hadir sebagai penceramah, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Medan Baru, Damri Tambunan. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa punggahan bukan sekadar tradisi makan bersama, tetapi memiliki makna spiritual yang dalam sebagai persiapan hati menyambut Ramadhan.

Menurut Damri, kebersamaan yang terbangun dalam punggahan harus mampu menghadirkan suasana seperti dalam satu keluarga besar. Dengan demikian, setiap pribadi dapat belajar untuk saling menerima kekurangan, membuka pintu maaf, dan menjaga hubungan baik antarsesama.

“Momentum ini membuat kita duduk bersama tanpa melihat latar belakang. Kita adalah satu keluarga besar umat Islam. Mari saling memaafkan dan memperbaiki hubungan sebelum memasuki Ramadhan,” pesannya di hadapan jamaah.

Ia mengingatkan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, sehingga penyambutannya pun harus dilakukan dengan persiapan yang istimewa pula, baik secara lahir maupun batin. Membersihkan hati dari rasa iri, dengki, dan permusuhan menjadi langkah awal agar ibadah yang dilakukan nantinya bernilai maksimal di sisi Allah SWT.

Dalam kesempatan itu, Damri juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Ramadhan dengan memperbanyak amal ibadah. Ia mencontohkan sholat tarawih yang menjadi ibadah khas Ramadhan. Melalui tarawih, umat Islam tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga memperkuat pertemuan dan kebersamaan.

“Di masjid kita berdiri sejajar, setelah sholat kita bersalaman, saling mendoakan. Di situlah terjaga hablum minannas, hubungan baik di antara kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar kebiasaan baik yang dilakukan menjelang Ramadhan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi benar-benar memberi dampak dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga persatuan umat.

Tampak hadir dalam acara tersebut tokoh-tokoh masyarakat kota Medan diantaranya Kadis Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, Staff Kesra Pemprovsu Ahmad Rifai, dan beberapa penyuluh agama Islam Medan Johor Komarul Anwar Siregar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *