Ka KUA Medan Denai Pantau Rukyatul Hilal di OIF UMSU, Perkuat Sinergi Sambut Ramadan 1447 H

Medan, (Humas). Menjelang tibanya bulan suci yang dinanti, Ketua Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sumatera Utara, H. Yakhman Hulu, S.Ag., M.Ikom, turut serta dalam pemantauan Rukyatul Hilal yang digelar di Observatorium Ilmu Falak (OIF), Anjungan Pascasarjana UMSU, Kota Medan, Selasa petang (17/02). Kehadiran beliau merupakan bentuk dukungan moril sekaligus tanggung jawab profesi penghulu dalam mengawal penentuan awal Ramadan 1447 H.

Kegiatan strategis ini diinisiasi melalui kolaborasi apik antara Pemerintah Kota Medan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan, serta berbagai perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam. Lokasi OIF UMSU dipilih karena memiliki fasilitas teknologi astronomi yang mumpuni, yang memungkinkan para peserta untuk mengamati posisi bulan dengan akurasi tinggi di ufuk barat Kota Medan.

H. Yakhman Hulu menyatakan bahwa keterlibatan APRI dalam proses ini sangat penting untuk memastikan keselarasan informasi di tengah masyarakat. Sebagai garda terdepan dalam pelayanan keagamaan, para penghulu perlu memahami proses saintifik di balik penentuan hari besar Islam agar dapat memberikan penjelasan yang menyejukkan kepada jamaah di wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, H. Yakhman Hulu memberikan pandangannya mengenai nilai filosofis dari pengamatan hilal. “Kehadiran kami di sini bukan sekadar melihat teknis astronomi, tetapi menjaga amanah umat. Penentuan awal Ramadan adalah momen krusial yang menyatukan hati jutaan muslim. Kami di APRI ingin memastikan bahwa semangat kebersamaan ini berawal dari data yang akurat dan kesepakatan yang kuat,” ungkap Yakhman dengan penuh semangat.

Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan bahwa potensi perbedaan waktu mulainya awal puasa tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, justru harus dipandang sebagai kekayaan perspektif dalam beragama.

“Kita sudah berpuluh-puluh tahun hidup dalam saling pengertian. Mau mulainya barengan atau berbeda kita tetap saling menghormati sebagai satu bangsa Indonesia yang saling menyayangi dan menguatkan,”kata Rico Waas.

Turut hadir dalam pemantauan tersebut, Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA. Kehadiran beliau menegaskan komitmen Kemenag dalam memfasilitasi kebutuhan ibadah umat Islam secara profesional. Beliau tampak serius berkoordinasi dengan tim ahli falak UMSU untuk memantau pergerakan posisi hilal melalui layar monitor teleskop canggih yang tersedia.

Dr. H. Impun Siregar, MA dalam arahannya menekankan pentingnya menunggu keputusan resmi pemerintah meskipun pemantauan di daerah telah dilakukan. “Kami mengapresiasi kerja sama Pemko Medan dan ormas Islam yang hari ini berkumpul. Apapun hasilnya di lapangan, kita harus tetap mengedepankan persatuan. Hasil pengamatan dari OIF UMSU ini akan segera kita laporkan ke pusat sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat,” tutur Impun Siregar di sela-sela pengamatan. 

Proses rukyat berlangsung dengan khidmat di mana para peserta bergantian melihat melalui teleskop saat matahari mulai terbenam. Diskusi mengenai tinggi hilal dan sudut elongasi menjadi topik hangat di antara para ahli falak dan tokoh yang hadir. Meskipun kondisi cuaca di atas Kota Medan cukup menantang, semangat untuk mencari “bulan sabit” pertama tersebut tidak surut hingga batas waktu pengamatan berakhir.

H. Yakhman Hulu kembali menambahkan bahwa sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) dalam kegiatan seperti ini adalah kunci kedamaian sosial. Menurutnya, ketika masyarakat melihat para tokohnya duduk bersama melakukan observasi, hal itu memberikan rasa tenang dan kepercayaan bahwa ibadah puasa akan dimulai dengan dasar yang sahih.

Selain pejabat Kemenag dan tokoh APRI, perwakilan dari berbagai ormas Islam juga memberikan masukan dan testimoni selama kegiatan berlangsung. Kebersamaan ini menciptakan suasana sejuk di Anjungan Pascasarjana UMSU, membuktikan bahwa perbedaan metode (hisab dan rukyat) dapat dijembatani dengan dialog dan silaturahmi yang hangat di lapangan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan bulan Ramadan 1447 H yang segera menjelang. Kini, seluruh masyarakat Kota Medan dan Sumatera Utara tengah menanti pengumuman resmi dari Menteri Agama RI berdasarkan hasil sidang isbat nasional yang menghimpun seluruh data rukyat dari berbagai titik di Indonesia, termasuk hasil pantauan dari OIF UMSU Medan. (YH/MHS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *