Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Belawan melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim Muslimah, Jalan Young Panah Hijau Gang H. Husni, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (19/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan masyarakat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Bimluh berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jamaah majelis taklim dengan tuan rumah Zuliani.
Materi penyuluhan disampaikan oleh Lela Hamidah, S.Ag, dengan tema kewajiban berpuasa sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa puasa merupakan perintah Allah Swt kepada orang-orang beriman sebagaimana juga diwajibkan kepada umat-umat terdahulu, dengan tujuan utama membentuk pribadi yang bertakwa. “Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi proses pendidikan ruhani untuk melatih pengendalian diri serta memperkuat kualitas keimanan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa nilai utama puasa terletak pada kemampuannya membentengi diri dari perbuatan tercela dan membentuk karakter yang sabar, jujur, serta penuh empati. Puasa mendidik jiwa agar mampu mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap fakir miskin dan sesama umat. Dengan demikian, Ramadhan menjadi momentum strategis untuk melakukan transformasi diri menuju insan yang lebih bertakwa dan berakhlakul karimah.
Selain pembahasan mengenai makna puasa, jamaah juga diingatkan agar menjadikan Ramadhan sebagai bulan peningkatan amal ibadah, baik yang wajib maupun sunnah. Peningkatan kualitas shalat, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, memperluas sedekah, serta menghidupkan malam dengan ibadah sunnah merupakan bagian dari upaya meraih keberkahan Ramadhan. “Ramadhan adalah madrasah ruhaniyah yang mendidik umat Islam menjadi pribadi yang lebih disiplin, peduli, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga diisi dengan praktik ibadah bersama melalui pelaksanaan shalat sunnat tasbih secara berjamaah. Ibadah ini menjadi sarana muhasabah, memperbanyak tasbih dan istighfar, serta memohon ampunan kepada Allah Swt, sekaligus mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan kemudian ditutup dengan zikir dan doa bersama agar diberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan ibadah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara penyuluh agama dan masyarakat dalam membina kehidupan keagamaan yang harmonis. Bimluh juga memperkuat peran penyuluh sebagai pembina umat guna mewujudkan masyarakat yang religius, moderat, dan rukun sesuai visi Kementerian Agama.

