Kepala KUA Medan Labuhan Tekankan Tiga Aspek Penyucian Diri di Bulan Ramadan

Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Drs. H. Zulparman, MA, menyampaikan kajian Ramadan bertema “Bulan Ramadan, Bulan Penyucian Jiwa” di Masjid Al Muhajirin, Kamis (19/2/2026).
Dalam tausiyahnya, Zulparman menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk melakukan penyucian diri secara menyeluruh melalui tiga aspek utama, yakni Tazkiyatuz Jasad, Tazkiyatul Qalbi, dan Tazkiyatul Mal.
Ia menjelaskan bahwa Tazkiyatuz Jasad berarti membersihkan dan mendisiplinkan jasmani melalui ibadah puasa. Menurutnya, puasa mengajarkan umat Islam untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga kesehatan, serta menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat merusak diri.
“Puasa adalah madrasah pengendalian diri. Ketika seseorang mampu menahan yang halal pada siang hari, maka ia akan lebih mampu menjauhi yang haram,” ujarnya di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa Tazkiyatul Qalbi merupakan inti dari ibadah Ramadan. Hati yang bersih, katanya, akan melahirkan perilaku yang baik serta menjauhkan diri dari iri, dengki, dan sifat tercela lainnya.
Ia pun mengajak jamaah untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan kualitas salat agar hati semakin lembut dan dekat kepada Allah SWT. Menurutnya, ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan memperkuat dimensi spiritual sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia,” tambahnya.
Selain itu, Zulparman juga menekankan pentingnya Tazkiyatul Mal atau penyucian harta melalui zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, harta yang dikeluarkan di jalan Allah tidak akan berkurang, justru akan membawa keberkahan.
Ia mengingatkan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap fakir miskin dan kaum duafa.
Kajian tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh tokoh masyarakat serta jamaah setempat. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi hingga sesi tanya jawab.
Di akhir ceramahnya, Zulparman berharap Ramadan tahun ini benar-benar menjadi momentum perubahan diri menuju pribadi yang lebih bertakwa.
“Semoga Ramadan ini tidak berlalu begitu saja, tetapi meninggalkan bekas dalam jiwa kita sebagai insan yang lebih bersih, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *