Medan (Humas) Pada malam ketiga Salat Tarawih, KUA Medan Sunggal kembali menggelar acara yang penuh dengan berkah di Masjid As-Salam, JL. PDAM Tirtanadi, Medan Sunggal, Jumat, (20/2/2026). Acara dimulai dengan Salat Isya berjamaah, yang diikuti oleh jamaah setempat yang antusias. Selanjutnya Moderator Dian Febrian membuka acara. Setelah itu, penata layanan operasional (PLO) KUA Medan Sunggal, Dr. Iqbal Habibie Siregar, MA, memberikan tausiyah yang menggugah hati, dengan mengutip pesan-pesan bijak dari Sayyidina Ibnu Umar bin Khattab radhiyallahu anhu.
Dalam tausiyahnya, Iqbal Habibie mengingatkan para jamaah akan pentingnya memanfaatkan waktu dan kesempatan dalam beribadah. Sebagaimana yang disampaikan oleh Sayyidina Ibnu Umar, beliau menekankan empat pesan penting yang seharusnya menjadi pedoman hidup bagi setiap Muslim. Pertama, jangan menunda kesempatan untuk beribadah, khususnya jika bisa dilakukan pada waktu pagi, jangan ditunda hingga sore. Kedua, jika sudah tiba waktu sore, jangan menunda hingga esok hari. Ketiga, manfaatkan sehatmu sebelum datangnya sakit, dan yang keempat, gunakan hidupmu sebelum datang kematian.
Pesan-pesan tersebut bukan hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga berkaitan dengan semua aspek kehidupan. Dengan memanfaatkan waktu yang diberikan oleh Allah secara maksimal, kita bisa menjalani hidup dengan lebih bermakna. Mengingat bahwa setiap detik waktu yang kita miliki merupakan anugerah, maka sudah seharusnya kita menjaga dan memanfaatkannya dengan baik untuk mendapatkan pahala yang berlimpah.
Di akhir ceramahnya, Iqbal juga mengingatkan agar jamaah tidak hanya mengutamakan ibadah pada bulan Ramadan ini, tetapi juga menjadikan bulan suci ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kedekatan dengan Allah. Ia menekankan pentingnya berdoa, berzikir, serta menjaga amal baik, baik di dalam maupun di luar bulan Ramadan.
Tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Iqbal Habibie Siregar mengingatkan kita untuk tidak menunda-nunda kesempatan beribadah dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Dalam Ramadan ini, selain berpuasa dan melaksanakan ibadah wajib, kita juga diajarkan untuk memperbaiki diri dan mengingat kematian sebagai pengingat untuk terus beribadah. Semoga pesan yang disampaikan dapat menginspirasi kita semua untuk lebih menjaga waktu dan kesempatan dalam beramal soleh.(Paidi).

