Medan (Humas) – Penata Layanan Operasional (PLO) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai terus menggalakkan program tahsin Al-Qur’an sebagai upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, kaum ibu diajak memperbaiki bacaan, memahami makharijul huruf, serta menerapkan ilmu tajwid secara benar.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, di mushalla Kantor KUA Kecamatan Medan Denai berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Sebanyak 15 peserta yang merupakan perwakilan kaum ibu dari berbagai kelompok pengajian di Kecamatan Medan Denai mengikuti pembinaan dengan penuh semangat. Program ini dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam sepekan dengan peserta yang bergantian, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Pembinaan tahsin dipimpin oleh H. Mad Kasad Lubis, S.Pd.I., selaku pembina utama program tahsin Al-Qur’an yang juga pernah meraih prestasi pada ajang tingkat internasional. Dengan penuh kesabaran dan ketelitian, beliau membimbing peserta satu per satu, mulai dari memperbaiki makhraj huruf hingga melatih kelancaran bacaan sesuai kaidah tajwid.
H. Mad Kasad Lubis menyampaikan bahwa kegiatan tahsin ini merupakan bagian dari upaya membina umat agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. “Tahsin ini sangat penting agar setiap huruf yang dibaca sesuai dengan makhraj dan kaidah tajwidnya. Dengan bacaan yang benar, makna Al-Qur’an dapat dipahami dan diamalkan dengan lebih baik,” ujarnya.
Setiap peserta diberikan kesempatan membaca ayat Al-Qur’an secara langsung, kemudian dilakukan tasmik di hadapan pembina. Melalui metode tersebut, kesalahan bacaan dapat segera dikoreksi sehingga peserta memahami pelafalan huruf dengan tepat. Suasana pembelajaran berlangsung aktif, interaktif, dan penuh kekhidmatan.
Penata Layanan Operasional KUA Kecamatan Medan Denai menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen KUA dalam meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat. “Kami berharap melalui pembinaan tahsin ini, kaum ibu dapat menjadi contoh di lingkungan keluarga, sehingga bacaan Al-Qur’an dapat diajarkan dengan baik kepada anak-anak dan generasi berikutnya,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Nurhayati, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. “Kami sangat terbantu dengan adanya pembinaan ini. Kesalahan bacaan kami diperbaiki secara langsung, sehingga kami lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar membaca Al-Qur’an dengan benar,” katanya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak KUA Kecamatan Medan Denai, termasuk penyediaan fasilitas pengeras suara guna membantu peserta mendengar dan memperbaiki bacaan secara maksimal. Diharapkan, melalui pembinaan yang berkelanjutan, masyarakat khususnya kaum ibu semakin fasih membaca Al-Qur’an dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

