Penyuluh Agama Katolik Berikan Katekese Baptis, Umat Diajak Menghidupi Tugas Imam, Nabi, dan Raja

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Demaran Sigiro, S.Fil., memberikan pembekalan katekumen baptis kepada umat melalui kegiatan katekese yang berlangsung di Aula Paroki Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Simalingkar B, Jl. Bunga Bangsa No.17, Medan Tuntungan, Senin (16/03/2026).

Dalam pemaparannya, Demaran menekankan bahwa Sakramen Baptis bukan sekadar ritual formalitas untuk menjadi anggota Gereja, melainkan “pintu gerbang” rohani yang membebaskan manusia dari dosa asal dan menyatukannya ke dalam kehidupan Tritunggal Mahakudus. Melalui pembaptisan, seseorang dilahirkan kembali dalam air dan Roh untuk memulai hidup baru sebagai anak-anak Allah.

Kegiatan katekese ini juga mengupas konsekuensi dari rahmat baptisan, yakni partisipasi umat dalam Tri Munere Christi atau Tiga Tugas Kristus sebagai Imam, Nabi, dan Raja. Sebagai Imam, umat dipanggil untuk menjalankan tugas pengudusan melalui doa dan persembahan hidup; sebagai Nabi, umat diutus menjadi pewarta kebenaran firman Allah; dan sebagai Raja, umat dipanggil menghadirkan kepemimpinan yang melayani sesama. Ketiga tugas ini diharapkan diwujudkan secara nyata, baik dalam kehidupan menggereja maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada tahapan proses inisiasi iman yang harus dilalui seorang katekumen, mulai dari masa pra-katekumenat untuk pemurnian motivasi hingga masa mistagogi setelah pembaptisan sebagai pembinaan iman berkelanjutan. Pemahaman ini penting agar umat menyadari bahwa meterai rohani yang diterima dalam Sakramen Baptis bersifat kekal dan tidak terhapuskan.

Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Simalingkar B, Pastor Shan Efran Sinaga, Pr., mengapresiasi pelaksanaan katekese tersebut. Ia menilai pembekalan yang diberikan oleh penyuluh agama sangat membantu para katekumen dalam memahami makna Sakramen Baptis sekaligus menyadari panggilan hidup baru sebagai murid Kristus.

“Pembinaan seperti ini sangat penting agar para katekumen tidak hanya menerima baptisan sebagai sebuah upacara, tetapi sungguh memahami identitas dan tanggung jawab iman yang mereka terima. Harapannya, mereka dapat bertumbuh dalam iman, aktif dalam kehidupan Gereja, serta menghidupi nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pastor Shan Efran Sinaga, Pr.

Menutup kegiatan, Demaran Sigiro menegaskan pentingnya kesadaran umat akan martabat yang diterima melalui Sakramen Baptis. “Setiap orang yang telah dibaptis dipanggil untuk mengambil bagian dalam perutusan Kristus di dunia. Menjadi Katolik berarti siap melayani dengan hati yang tulus dan berani menjadi saksi kebenaran Tuhan di tengah tantangan zaman,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *