Medan (Humas) Kepala KUA Medan Sunggal H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I. turut ambil bagian sebagai tim formatur dalam rapat penyusunan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Badar Center yang digelar di Madani Hotel, JL. Sisingamangaraja/Amaliun No 1, Kota Medan, Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat manajemen masjid agar lebih profesional, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan umat di masa mendatang.
Rapat formatur tersebut diikuti oleh 15 tokoh yang mewakili berbagai organisasi Islam di Sumatera Utara, di antaranya unsur MUI, DMI, Baznas, Kementerian Agama, serta Badan Wakaf Indonesia (BWI). Nama-nama yang tergabung antara lain Syariful Mahya Bandar, Agus Salim, Hasnan Panggabean, Mulkan Harahap, Musyaddad Lubis, Muhammad Nursyam, Hasan Maksum, Irhamuddin, Safrizal Harahap, Jaharuddin, Solehuddin Sagala, Muslim Marpaung, Ahmad Kamil Harahap, Amiruddin Ginting, dan Sangkot Sayuti Nasution.
Rapat dipimpin oleh Nazir Wakaf Dr. H. Syariful Mahya Bandar, M.AP., yang menegaskan bahwa Masjid Al Badar Center diharapkan menjadi ikon Kota Medan sekaligus pusat pengembangan ekonomi umat berbasis masjid. Menurutnya, “Masjid ini merupakan wakaf umat Islam yang harus dikelola secara optimal dan profesional agar memberikan manfaat luas bagi masyarakat”, ujar Syariful Mahya
Di penghujung rapat, formatur berhasil menyusun struktur kepengurusan beserta bidang-bidangnya. Namun, untuk posisi ketua harian masih mengerucut pada dua nama yang akan diusulkan kepada Kementerian Agama Kota Medan, yakni satu dari tokoh masyarakat Sumatera Utara dan satu lagi dari perwakilan warga sekitar Masjid Al Badar Center.
Rapat formatur BKM Al Badar Center menjadi momentum strategis dalam membangun tata kelola masjid yang kuat, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan umat, dengan harapan mampu menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban dan ekonomi umat di Kota Medan.(Paidi).

