Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Area, Ikhwan, S.H.I., melaksanakan kegiatan bimbingan rohani bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, Senin (30/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas mental dan spiritual warga binaan. Melalui bimbingan rohani, diharapkan para warga binaan mampu memperbaiki diri serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Dalam penyampaiannya, Ikhwan mengajak para warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum introspeksi diri (muhasabah). Ia menekankan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan, namun Allah SWT senantiasa membuka pintu taubat bagi hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang benar.
“Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Justru di tempat inilah kita bisa memulai langkah baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah, seperti melaksanakan salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak zikir dan doa. Menurutnya, ketenangan hati hanya dapat diraih dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, Ikhwan turut memberikan motivasi kepada warga binaan agar tetap memiliki harapan dan semangat dalam menjalani kehidupan. Ia mengajak mereka untuk tidak terpuruk dalam penyesalan, melainkan menjadikannya sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki masa depan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan interaktif. Para warga binaan tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari penyampaian materi, sesi tanya jawab, hingga doa bersama. Dalam sesi diskusi, beberapa warga binaan menyampaikan pertanyaan seputar ibadah, taubat, serta cara menjaga keistiqamahan dalam kondisi terbatas.
Bimbingan rohani ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan, tidak hanya selama menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan para warga binaan mampu menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, serta berakhlak mulia.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon kekuatan, ketabahan, serta ampunan dari Allah SWT, agar seluruh peserta diberikan kemudahan dalam menjalani proses pembinaan dan kehidupan ke depan.

