Penyuluh Katolik KUA Medan Sunggal Sampaikan Makna Pembasuhan Kaki Rasul Dalam Misa Kamis Suci

Medan (Humas) Penyuluh agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, menyampaikan makna spiritual pembasuhan kaki para rasul dalam rangkaian Misa Kamis Suci di Gereja Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian penting dari perayaan Pekan Suci yang sarat dengan nilai kerendahan hati dan pelayanan.

Dalam penyuluhannya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa tradisi pembasuhan kaki yang dilakukan dalam Misa Kamis Suci merupakan peringatan akan tindakan Yesus Kristus yang membasuh kaki para murid-Nya. Peristiwa tersebut bukan sekadar simbol, melainkan wujud nyata dari kasih, kerendahan hati, dan panggilan untuk saling melayani tanpa memandang status sosial. “Pembasuhan kaki adalah simbol kasih dan kerendahan hati. Yesus mengajarkan bahwa yang terbesar adalah dia yang mau melayani. Inilah yang harus kita teladani dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Roni Antonius Sitanggang.

Roni juga menyampaikan penjelasan ini kepada dua belas bapak yang ditunjuk untuk berperan sebagai dua belas rasul dalam perayaan tersebut. Ia menekankan bahwa mereka tidak hanya menjalankan peran simbolis, tetapi juga diharapkan mampu menghayati makna terdalam dari tindakan pembasuhan kaki sebagai bentuk pengabdian dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh umat yang hadir untuk menjadikan momen pembasuhan kaki sebagai refleksi diri, khususnya dalam membangun sikap rendah hati, saling mengasihi, dan melayani sesama. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat, terlebih dalam membangun kerukunan antarumat beragama.

Tradisi pembasuhan kaki dalam Misa Kamis Suci bukan hanya seremoni keagamaan, tetapi mengandung pesan mendalam tentang kasih, kerendahan hati, dan pelayanan. Melalui penyuluhan ini, umat diharapkan mampu memahami serta mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan penuh kepedulian.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *