Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, Nurlely dan Komala Dewi melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Anak Medan, Selasa, 07 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembinaan akhlak kepada para warga binaan anak agar memiliki kepribadian yang lebih baik serta mampu memperbaiki diri ke arah yang positif.
Dalam kegiatan tersebut, penyuluh agama memberikan materi tentang pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari, baik akhlak kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Para peserta terlihat antusias mengikuti bimbingan yang disampaikan dengan pendekatan yang humanis dan penuh kehangatan.
Salah satu penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, dalam penyampaiannya menekankan bahwa akhlak merupakan cerminan dari keimanan seseorang. “Akhlak yang baik adalah tanda kuatnya iman. Jika seseorang ingin hidupnya lebih baik, maka perbaikilah akhlaknya terlebih dahulu,” ujarnya di hadapan para warga binaan.
Ia juga mengajak para peserta untuk tidak putus asa dalam menjalani kehidupan, meskipun saat ini berada dalam masa pembinaan. “Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, namun yang terbaik adalah mereka yang mau bertaubat dan memperbaiki diri. Allah SWT Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh,” tambahnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada para warga binaan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Beberapa peserta mengaku termotivasi dan mendapatkan semangat baru untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah mengikuti bimbingan tersebut.
Pihak Lapas Khusus Anak Medan menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat terus berlanjut secara rutin. Salah satu petugas Lapas menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi penyuluh agama dalam membina mental dan spiritual warga binaan. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran penyuluh agama yang telah memberikan pencerahan dan motivasi bagi anak-anak di sini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para warga binaan anak dapat menjadikan momentum pembinaan sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, meningkatkan akhlak, serta kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.

