Medan (Humas) Semangat kebersamaan dalam pelayanan umat ditunjukkan oleh para Penyuluh Agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal saat melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan (BP) di RSU Bina Kasih Jl. TB. Simatupang 148 Medan, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini khusus kepada para pasien di ruang rawat inap dengan mengusung tema “Kualitas Hidup Menentukan Kesehatan yang Lebih Baik”.
Tim penyuluh yang hadir terdiri dari lintas denominasi, yakni Sindar Purba, S.Th., M.Pd. dan Ruminna Sinaga, M.Pd. dari unsur Kristen, serta Roni Sitanggang, S.Ag. dari unsur Katolik. Sinergi ini menunjukkan bahwa pelayanan kemanusiaan dan spiritual melampaui sekat-sekat perbedaan.
Dalam arahannya, Sindar Purba, menekankan bahwa kualitas hidup yang baik adalah bentuk syukur kepada Tuhan. Merujuk pada Amsal 17:22, ia menyampaikan bahwa hati yang gembira merupakan obat yang paling manjur bagi setiap pasien yang sedang berjuang demi kesembuhan.
Senada dengan hal tersebut, Ruminna Sinaga, memberikan penguatan spiritual kepada para pasien. Beliau mengingatkan agar komunikasi dengan Sang Pencipta tetap terjaga selama masa perawatan. “Jangan lupa berdoa,” pesan Ruminna dengan penuh empati, menekankan doa sebagai sumber kekuatan batin.
Sementara itu, Roni Sitanggang, dari unsur Katolik mengajak pasien dan keluarga untuk disiplin dalam menjaga kesehatan jasmani. Melalui ajakan “Mari Menjaga Pola Hidup,” beliau mengingatkan bahwa menjaga tubuh sebagai bait Allah adalah tanggung jawab iman yang harus dijalankan dengan pola makan dan istirahat yang teratur.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen rumah sakit yang diwakili oleh Timotius Barus, Ners. Beliau setia mendampingi para penyuluh berkeliling dari kamar ke kamar sambil terus mengingatkan aspek keselamatan medis. “Mari sama-sama menjaga protokol kesehatan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Timotius kepada para penyuluh dan pasien.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di ruang rawat inap ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi psikologis pasien. Kehadiran para penyuluh dari KUA Medan Sunggal ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir memberikan pendampingan spiritual yang holistik bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang terbaring sakit.(SD/PAI).

