Kupas Tuntas Sunnah dan Rukun Salat, PLO KUA Medan Sunggal Isi Tausiyah di Masjid Amal Ikhlas

Medan (Humas) Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Medan Sunggal, Dr. Iqbal Habibie, M.Pd.I., memberikan tausiyah ba’da salat Maghrib di Masjid Amal Ikhlas, Jalan Cemara Lorong 2 Medan, Selasa (7/4/2026). Dalam penyampaiannya, beliau mengupas tuntas tentang sunnah, rukun salat, serta hal-hal yang membatalkan salat. Ia menegaskan bahwa apabila salah satu rukun salat tidak terlaksana dengan baik dan benar, maka ibadah salat tersebut menjadi batal.

Dalam penjelasannya, Iqbal Habibie menyampaikan bahwa salat merupakan tiang agama yang menjadi penentu kualitas keimanan seseorang. Oleh karena itu, setiap Muslim wajib memahami dengan baik tata cara pelaksanaan salat, mulai dari rukun yang menjadi syarat sah hingga sunnah yang menyempurnakan ibadah tersebut. “Salat bukan sekadar gerakan, tetapi juga menghadirkan hati dan kekhusyukan dalam setiap bacaan dan gerakannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa terdapat 13 rukun salat yang harus dipenuhi, di antaranya niat, berdiri bagi yang mampu, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud akhir, duduk tasyahud, membaca salawat, salam, serta tertib. Selain rukun, beliau juga menjelaskan sunnah-sunnah salat seperti mengangkat tangan saat takbir, membaca doa iftitah, hingga membaca dzikir setelah salat yang menjadi penyempurna ibadah.

Dalam tausiyahnya, Iqbal Habibie juga mengingatkan jamaah tentang hal-hal yang dapat membatalkan salat, seperti berbicara dengan sengaja, banyak bergerak tanpa keperluan, makan dan minum, serta hilangnya salah satu syarat sah salat. Ia menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan dan konsentrasi selama salat agar ibadah yang dilakukan benar-benar diterima oleh Allah SWT.
“Beruntunglah orang-orang yang mendirikan salat, karena bukan hanya mendapatkan ketenangan hidup di dunia, tetapi juga keselamatan dan kebahagiaan di akhirat,” ungkap Iqbal Habibie

Menutup tausiyahnya, Iqbal Habibie berpesan agar setiap Muslim senantiasa mengevaluasi salatnya. Ia mengajak jamaah untuk tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas ibadah. “Mari kita jadikan salat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban, sehingga kita merasakan kedekatan dengan Allah SWT dalam setiap pelaksanaannya,” tuturnya.

Tausiyah yang disampaikan oleh PLO KUA Medan Sunggal menegaskan pentingnya memahami dan melaksanakan rukun serta sunnah salat secara benar. Salat yang sempurna tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga menghadirkan kekhusyukan dan berdampak positif dalam kehidupan. Dengan menjaga kualitas salat, seorang Muslim akan memperoleh ketenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *