Suasana Haru dan Khidmat Warnai Walimah Safar Calon Jamaah Haji di Medan Denai

Medan (Humas) — Suasana haru dan penuh kekhusyukan mewarnai kegiatan Pengajian AKMD yang dirangkaikan dengan Walimah Safar calon jamaah haji di Jalan Tangguk Bongkar 10 No. 69C, Medan Denai, Rabu (22/04/2026). Kegiatan ini menjadi momen istimewa sebagai bentuk doa dan dukungan bagi salah satu jamaah, Ibu Fadhilah, yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Kehadiran pihak KUA Kecamatan Medan Denai turut menambah makna dalam kegiatan tersebut. Selain bersilaturahmi, jajaran KUA juga memberikan arahan dan nasihat kepada jamaah, khususnya kepada calon jamaah haji agar dapat mempersiapkan diri secara lahir dan batin.

Ketua AKMD, Ibu Sariani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kebersamaan dan kepedulian antarjamaah. “Ini adalah bentuk dukungan dan doa kita bersama untuk saudari kita yang akan memenuhi panggilan Allah SWT. Semoga diberikan kesehatan, kelancaran, dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Kepala KUA Kecamatan Medan Denai, H. Yakhman Hulu, S.Ag., M.I.Kom., dalam arahannya menekankan pentingnya memperbanyak doa selama berada di Tanah Suci, khususnya di tempat-tempat mustajab. Ia juga mengingatkan agar menjaga kemabruran haji dengan menjauhi perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah, seperti rafats, fusuk, dan jidal.

“Haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan rohani yang harus benar-benar dihayati. Nilai-nilai spiritual inilah yang harus dijaga, baik selama di Tanah Suci maupun setelah kembali ke tanah air,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pegawai KUA, penyuluh agama Islam, serta jamaah Pengajian AKMD yang mengikuti acara dengan penuh perhatian dan kekhidmatan.

Dalam tausiyahnya, Zulhendri Rangkuti mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam berhaji. Ia menegaskan bahwa ibadah haji harus dilandasi dengan keikhlasan, taubat, serta kesungguhan dalam beribadah.

“Haji mabrur bukan diukur dari banyaknya oleh-oleh yang dibawa pulang, tetapi dari perubahan diri menjadi lebih baik setelah kembali ke tanah air,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang mendalam, tidak hanya bagi calon jamaah haji, tetapi juga bagi seluruh jamaah yang hadir. Suasana haru, doa, dan kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat memperkuat keimanan serta menjadi pengingat akan pentingnya keikhlasan dan kesiapan hati dalam menjalankan setiap ibadah kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *