Medan (Humas) — Suasana Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (3/5/2026), dipenuhi animo dan euforia warga yang antusias menyaksikan prosesi “nikah on the street” dalam rangkaian kegiatan Gerakan Sadar (GAS) Nikah.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kemenag Medan bersama Asosiasi Penghulu Republik Indonesia Kota Medan dan APRI Sumatera Utara ini berhasil menyita perhatian masyarakat yang tengah berolahraga maupun bersantai di kawasan CFD.

Sejak pagi, warga tampak berkerumun di sekitar lokasi akad nikah. Tidak sedikit yang mengabadikan momen sakral tersebut dengan ponsel mereka, sementara yang lain memberikan tepuk tangan dan doa saat prosesi berlangsung. Nuansa haru dan bahagia bercampur menjadi satu, menciptakan pengalaman yang tak biasa di ruang publik.
Salah seorang warga Medan, Firza (32), mengaku terkesan dengan konsep pernikahan yang digelar di tengah keramaian CFD. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya unik, tetapi juga memberikan pesan edukatif kepada masyarakat. “Jarang sekali lihat akad nikah di ruang terbuka seperti ini. Rasanya ikut haru dan bahagia. Sekaligus jadi pengingat juga bahwa menikah itu harus dicatat secara resmi,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Andi (27), pengunjung CFD lainnya, yang mengaku sengaja mendekat untuk menyaksikan langsung prosesi tersebut. Ia menilai kegiatan ini mampu menarik perhatian generasi muda. “Ini keren sih, konsepnya beda. Jadi banyak orang yang awalnya cuma olahraga, akhirnya ikut nonton dan dapat edukasi juga soal pentingnya pencatatan nikah,” katanya.
Menurut warga lainnya, Siti (40), suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan ini menjadi nilai tambah tersendiri. Ia merasa masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut merasakan kebahagiaan pasangan pengantin. “Semua orang jadi seperti ikut merayakan. Suasananya hangat dan penuh doa. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” ungkapnya.

Program GAS Nikah sendiri merupakan bagian dari kampanye yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencatatan pernikahan sebagai bentuk perlindungan hukum bagi keluarga.
Melalui konsep yang terbuka dan dekat dengan masyarakat, kegiatan ini dinilai efektif dalam menyampaikan pesan edukasi. Euforia warga yang tinggi menjadi bukti bahwa pendekatan kreatif seperti “nikah on the street” mampu menjangkau berbagai kalangan.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya pencatatan pernikahan terus meningkat, sehingga terbentuk keluarga yang sah, kuat, dan terlindungi secara hukum.

