Jadi Narasumber di TVRI, Penyuluh Sampaikan “Adab di Atas Ilmu” pada Momentum Hardiknas

Medan (Humas) — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Denai tampil sebagai narasumber dalam program siaran langsung di TVRI Medan, Sabtu (2/5/2026) ba’da Zuhur. Kegiatan tersebut berlangsung di studio TVRI Medan yang berlokasi di Jalan Putri Hijau, Kota Medan.

Mengusung tema “Adab di Atas Ilmu: Krisis Pendidikan di Era Modern”, program ini dipandu oleh H. Ibnu Jarot dan dihadiri langsung oleh tiga majelis taklim ibu-ibu dari Kecamatan Marelan. Kehadiran peserta di studio menambah semarak suasana dialog yang berlangsung interaktif dan komunikatif.

Sebagai narasumber, Khoiruz Zaman menekankan pentingnya menjadikan akhlak sebagai fondasi utama dalam sistem pendidikan. Ia menyampaikan bahwa kemajuan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi harus dibarengi dengan pembentukan karakter dan adab yang kuat.

“Perbaikan dunia pendidikan harus dimulai dari penguatan akhlak. Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak, dan dalam kurun 23 tahun mampu mengubah peradaban yang rusak menjadi mulia,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, ia juga mencontohkan tokoh-tokoh besar Islam seperti Imam Syafi’i, Ibnu Sina, serta Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki yang dikenal mengedepankan akhlak dalam menuntut ilmu. Menurutnya, kejayaan generasi terdahulu tidak terlepas dari keseimbangan antara ilmu dan adab.

Ia turut mengutip nasihat Hasan al-Basri yang menyatakan bahwa seseorang yang tidak memiliki adab pada hakikatnya belum memiliki ilmu. Hal senada juga disampaikan oleh Imam Malik yang berpesan kepada muridnya, Imam Syafi’i, agar lebih mengutamakan adab daripada ilmu.

“Ilmu itu ibarat garam, sementara adab adalah makanan. Garam hanya sebagai penyedap, sedangkan makanan adalah yang utama. Artinya, porsi akhlak harus lebih besar agar generasi ke depan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Program yang disiarkan secara langsung ini juga melibatkan partisipasi aktif peserta di studio, sehingga tercipta dialog yang dinamis antara narasumber dan audiens.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai akhlak dapat kembali menjadi landasan utama dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi tantangan era modern yang semakin kompleks.

Kehadiran PAI KUA Medan Denai dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memperkuat pembangunan karakter bangsa melalui pendekatan keagamaan yang moderat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *