Kasi Bimas Kristen Kemenag Medan: Pesparawi Wadah Pembinaan Iman dan Seni Gerejawi

Medan (Humas) — Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Drs. Maruli Tua Hasugian, M.Pd.K., menegaskan bahwa pelaksanaan Lomba Paduan Suara dalam rangka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kota Medan tahun 2026 menjadi sarana strategis dalam pembinaan iman sekaligus pengembangan bakat seni gerejawi.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan lomba yang dilaksanakan di Gereja HKBP Ressort Tanjung Sari Medan, Sabtu (4/5/2026), yang diikuti oleh berbagai kelompok paduan suara dari gereja-gereja se-Kota Medan.

Dalam keterangannya, Maruli Tua Hasugian menyampaikan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga media pelayanan dan kesaksian iman melalui puji-pujian.

“Pesparawi ini bukan hanya tentang lomba, tetapi juga menjadi wadah pembinaan rohani dan penguatan iman. Melalui pujian yang dibawakan, peserta dapat menyampaikan pesan-pesan spiritual yang menyentuh dan membangun,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses seleksi untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kota Medan pada ajang Pesparawi tingkat provinsi.

“Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan kontingen Kota Medan. Kami berharap peserta yang terpilih nantinya dapat tampil maksimal dan membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kualitas, bukan semata-mata berorientasi pada kemenangan.

“Berikan penampilan terbaik dengan penuh penghayatan. Yang terpenting adalah bagaimana setiap peserta mampu melayani melalui pujian dengan hati yang tulus,” pesannya.

Kegiatan Pesparawi Kota Medan 2026 berlangsung dengan penuh antusias dan khidmat. Suasana kebersamaan dan sukacita tampak mewarnai jalannya lomba, sekaligus menjadi wujud nyata semangat persaudaraan di tengah keberagaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pembinaan seni dan rohani umat Kristiani di Kota Medan semakin berkembang, serta mampu memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *