Dari Kegelapan Menuju Harapan: Dakwah Penyuluh Agama KUA Medan Sunggal di Pusat Rahabilitasi Korban NAPZA

Medan (Humas) Penyuluh agama KUA Medan Sunggal kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan bimbingan kerohanian di pusat rehabilitasi korban NAPZA Kiki Alam Jaya, JL. Seroja Raya/Tanjung Selamat Medan, pada Senin, (4/5/2026). Kegiatan ini mengusung semangat “Dari Kegelapan Menuju Harapan” sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual kepada para pasien yang tengah berjuang pulih dari ketergantungan narkotika.

Dalam kegiatan tersebut, penyuluh agama Islam, Paidi, S.Ag., menyampaikan pentingnya nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa agama menjadi fondasi utama dalam menciptakan ketenangan batin dan arah hidup yang benar. Menurutnya, tanpa pegangan agama, seseorang akan mudah terombang-ambing oleh godaan duniawi yang dapat menjerumuskan pada hal-hal negatif.
“Kalau kita ingin hidup sukses dan bahagia, maka kenalilah diri kita. Ketika kita mengenal diri, maka kita akan mengenal Allah SWT. Di situlah letak ketenangan dan kekuatan hidup,” ujar Paidi dalam penyampaiannya yang penuh motivasi dan harapan bagi para peserta rehabilitasi.

Sementara itu, penyuluh agama Kristen KUA Medan Sunggal, Sindar Purba, memberikan penekanan pada pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya pemulihan. Ia mengajak para pasien untuk lebih selektif dalam mengonsumsi makanan dan minuman, serta menjauhi segala sesuatu yang dapat merusak tubuh dan kesehatan. Menurutnya, kesehatan fisik yang baik akan sangat mendukung proses pemulihan secara menyeluruh.
“Jagalah pola makan dan minuman kita. Jangan sampai apa yang kita konsumsi mengandung racun atau hal yang membahayakan, karena dari pola hidup yang tidak sehat akan datang penyakit yang memperburuk keadaan kita,” ungkap Sindar Purba dengan penuh kepedulian.

Kegiatan bimbingan kerohanian ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan spiritual dan kesehatan berjalan seiring dalam proses rehabilitasi. Dengan sentuhan nilai agama dan kesadaran akan pentingnya hidup sehat, diharapkan para pasien mampu bangkit, menemukan jati diri, serta melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Kesimpulannya, perpaduan antara kekuatan iman dan pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam mengubah kegelapan masa lalu menjadi cahaya harapan di masa depan.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *