Medan (Humas) Suasana khidmat menyelimuti para pasien rawat inap Rumah Sakit Umum (RSU) Dr. Pirngadi, Jl. Perintis Kemerdekaan, Medan, pada Senin (4/5/2026). Tim Penyuluh Agama dari KUA Medan Sunggal menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan rohani guna memberikan semangat spiritual bagi para pasien yang sedang berjuang demi kesembuhan.
Hadir sebagai narasumber adalah Sindar Purba, S.Th., M.Pd., dalam menyampaikan materi bertajuk “Tuhan Memberi Kekuatan kepada Kita”. Dalam pesannya, beliau mengajak para pasien untuk tetap teguh dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya dalam kondisi sesulit apa pun.
Kekuatan pesan tersebut didasarkan pada nats Alkitab dari Yesaya 41:10: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak manajemen rumah sakit yang diwakili oleh Erlina Siregar, Ners, beserta jajaran paramedis lainnya. Kehadiran pihak medis dalam pendampingan ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara perawatan fisik (medis) dan penguatan mental spiritual
Nuansa toleransi juga sangat kental terasa dengan hadirnya tim penyuluh lintas unsur. Dari unsur Kristen, turut hadir Drammes Lumbantobing, S.Th., M.Pd.K, dan Jenty Sitanggang, S.Th., M.Th. Sementara itu, dukungan moral juga diberikan oleh Nurlely yang hadir mewakili unsur Islam.
Kami berharap melalui penguatan rohani ini, pasien memiliki aspek psikologis yang positif, sehingga membantu proses pemulihan fisik mereka lebih cepat,” ujar Sindar Purba di sela-sela kegiatan.Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata peran KUA Medan Sunggal dalam memberikan pelayanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Melalui pendekatan humanis dan penuh empati, para penyuluh agama tidak hanya menyampaikan pesan keimanan, tetapi juga menghadirkan harapan serta ketenangan batin bagi pasien dan keluarga. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara berkala sebagai bagian dari sinergi antara institusi keagamaan dan layanan kesehatan dalam membangun masyarakat yang sehat secara jasmani dan rohani.(SP/PAI).

