Penyuluh Bimas Katolik Kemenag Medan Bersama Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Sumut Kupas Makna Kenaikan Yesus Kristus

Medan (Humas) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik menyelenggarakan podcast keagamaan bertema “Kenaikan Yesus Kristus: Misteri Iman yang Mengubah Segalanya” pada Rabu (12/05/2026) di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 261, Medan Sunggal, Kota Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan dan pemahaman iman umat Katolik melalui media digital yang edukatif, komunikatif, dan mudah diakses masyarakat luas.

Podcast yang dikemas dalam program Kedan Religi tersebut dipandu oleh Ricardo Simamora, S.Ag., Penyuluh Agama Katolik Kota Medan, dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, Marihuttua Pasaribu, S.Ag., M.Si., serta Penyuluh Agama Katolik Kota Medan, Marulam Nainggolan, S.S. Dalam dialog yang berlangsung hangat dan interaktif, kedua narasumber mengulas makna Kenaikan Yesus Kristus melalui lima segmen pembahasan, mulai dari dasar Kitab Suci, penjelasan teologis, ajaran resmi Gereja Katolik, hingga relevansinya dalam kehidupan umat beriman masa kini.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa Kenaikan Yesus Kristus memiliki makna yang berbeda dengan peristiwa Kebangkitan. Kebangkitan dipahami sebagai kemenangan Kristus atas maut, sedangkan Kenaikan merupakan pemuliaan Yesus ke dalam kemuliaan Allah Tritunggal. Pembahasan tersebut juga merujuk pada Katekismus Gereja Katolik (KGK) nomor 659–667 yang menegaskan bahwa Kenaikan bukan sekadar peristiwa perpisahan, melainkan awal dari kehadiran Kristus yang universal dalam kehidupan Gereja, melalui Ekaristi, doa, dan karya Roh Kudus di tengah umat manusia.

Selain membahas aspek teologis, podcast ini juga menguraikan relevansi Kenaikan Yesus bagi kehidupan umat beriman saat ini. Sedikitnya terdapat enam makna penting yang ditekankan, yakni memberikan identitas dan pengharapan iman, meneguhkan semangat misi dan kesaksian hidup, memperkuat keyakinan akan penyertaan Roh Kudus, memperdalam kehidupan doa, memberi makna rohani dalam menghadapi penderitaan, serta menumbuhkan harapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal. Seluruh materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana, kontekstual, dan mudah dipahami sehingga mampu menjangkau berbagai lapisan umat.

Marihuttua Pasaribu, S.Ag., M.Si. menegaskan bahwa umat beriman tidak boleh hanya berhenti pada pemahaman tentang peristiwa Kenaikan Yesus, melainkan harus menghadirkan semangat kemenangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan hanya menatap ke langit. Kenaikan sudah terjadi Kristus sudah menang. Sekarang tugas kita adalah hidup dari kemenangan itu: dalam cinta, keadilan, pelayanan, dan kesaksian. Jadilah tanda Kerajaan Allah yang sudah hadir, mulai dari rumah, tempat kerja, dan lingkungan paling dekat dengan kita,” ujarnya. Senada dengan itu, Marulam Nainggolan, S.S. mengajak umat Katolik untuk tetap teguh dalam perjalanan iman dan menyadari bahwa Kristus senantiasa menyertai umat-Nya dalam kehidupan sehari-hari. “Percayalah bahwa kita tidak pernah sendirian dalam ziarah iman ini. Ada Kristus yang naik ke surga dan terus mendoakan kita. Ada Roh Kudus yang tinggal dan berkarya di dalam diri kita. Kenaikan Yesus bukan akhir dari kisah keselamatan, melainkan awal dari perutusan Gereja untuk membawa harapan dan kasih Allah kepada dunia,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara berharap media digital dapat menjadi sarana pewartaan iman yang efektif dan mampu menjangkau umat secara lebih luas. Ke depan, program-program pembinaan keagamaan yang inovatif dan adaptif akan terus dikembangkan guna meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan serta memperkuat kehidupan spiritual masyarakat di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *