Medan (Humas) — Komitmen memperkuat pembinaan karakter dan mental spiritual generasi muda terus dilakukan Kementerian Agama Kota Medan melalui sinergi bersama lembaga pendidikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan ke SMK Negeri 13 Medan, Jalan Seruwei No. 257, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (18/05/2026), guna membangun kolaborasi pembinaan keagamaan dan penguatan karakter siswa di lingkungan sekolah.
Kegiatan audiensi berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh semangat kolaborasi antara pihak sekolah dengan para penyuluh agama. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi bersama terkait penguatan edukasi keagamaan, pembinaan moral, serta langkah preventif terhadap berbagai perilaku negatif di kalangan pelajar melalui pendekatan pembinaan yang humanis dan edukatif.
Audiensi ini dihadiri oleh sejumlah Penyuluh Agama Islam dari berbagai kecamatan di Kota Medan, yakni Puligong Siregar, Lela Hamidah, Nita Lamongga, Sulaiman, serta Putra Moruswana.
Dalam pertemuan tersebut terjalin kesepakatan antara Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan dengan pihak sekolah untuk melaksanakan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai bentuk pembinaan kepada para siswa. Program tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan mental spiritual, penguatan akhlak, serta pencegahan perilaku negatif di kalangan pelajar.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Belawan, Lela Hamidah, menyampaikan bahwa program BRUS menjadi langkah penting dalam membangun karakter generasi muda di lingkungan sekolah melalui pendekatan pembinaan yang edukatif dan humanis. Menurutnya, pembinaan terhadap pelajar tidak hanya dilakukan melalui proses belajar di kelas, tetapi juga perlu diperkuat dengan pendampingan moral dan spiritual secara berkelanjutan agar para siswa memiliki pondasi karakter yang baik.
“Melalui program BRUS ini, kami berharap para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu membangun karakter yang baik, memiliki akhlak mulia, serta mampu menjauhi perilaku negatif di lingkungan pergaulan,” ujarnya.
Para penyuluh juga menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan Kementerian Agama sangat penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, religius, serta memiliki pemahaman keagamaan yang moderat dan positif.
Pihak sekolah yang diwakili oleh Samsudin Tanjung bersama para guru Pendidikan Agama Islam menyambut baik audiensi tersebut dan berharap kerja sama yang telah dibangun dapat terus berlanjut demi mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang religius, harmonis, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.

