Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Paidi, S.Ag melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan di Rumah Sakit Jiwa ( RSJ) Bina Karsa Jalan Palas III Kota Medan, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti para pasien dengan penuh khidmat dan suasana hangat. Dalam penyampaiannya, Paidi mengajak para pasien untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan dzikir sebagai jalan memperoleh ketenangan jiwa dan ketenteraman hati.
Dalam materinya, Paidi menjelaskan bahwa dzikir memiliki kekuatan besar dalam menenangkan hati seseorang. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28, “Ala bidzikrillahi tathma’innul qulub,” yang berarti “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Menurutnya, seseorang yang rutin berdzikir akan lebih mudah mengendalikan pikiran, emosi, dan kegelisahan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Paidi menyampaikan : “Bahwa amalan dzikir seperti membaca Laa ilaaha illallah, Subhanallah, Alhamdulillah, dan Astaghfirullahal ‘adzim dapat menghadirkan ketenangan batin. Jika hati masih dipenuhi rasa stres dan banyak pikiran, maka perbanyaklah berdzikir agar hidup menjadi damai dan penuh ketenteraman,” ujar Paidi di hadapan para pasien dan pendamping yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu Penyuluh Agama Islam KUA Medan Selayang Junendra Banurea yang menyampaikan materi tentang pentingnya membaca Al-Qur’an dalam kehidupan. Ia menuturkan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk sekaligus obat bagi hati dan jiwa manusia. Dengan membiasakan membaca serta mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, seseorang akan memperoleh ketenangan dan kekuatan spiritual dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Junendra Banurea juga menyampaikan : “Bahwa Al-Qur’an adalah penyembuh bagi penyakit hati dan penawar kegelisahan jiwa. Oleh karena itu, hiasilah hidup kita dengan senantiasa membaca Al-Qur’an, karena ayat-ayat Allah yang kita baca akan menjadi sumber ketenangan dan penyembuh bagi diri kita,” ungkap Junendra Banurea. Kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi spiritual bagi para pasien agar semakin optimis menjalani proses pemulihan dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan di RSJ Bina Karsa Medan, para penyuluh agama mengajak pasien untuk memperkuat spiritualitas melalui dzikir dan membaca Al-Qur’an. Dzikir menjadi sarana menenangkan hati, sementara Al-Qur’an menjadi penawar dan penyembuh bagi jiwa. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, diharapkan para pasien memperoleh ketenangan batin, semangat hidup, dan kekuatan dalam menjalani proses pemulihan.(Paidi).

