Perkuat Karakter Generasi Muda, Penyuluh Agama Buddha Medan Tanamkan Percaya Diri dan Optimisme

Medan (Humas) — Upaya penguatan karakter generasi muda terus dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Medan melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui bimbingan dan penyuluhan yang diberikan Penyuluh Agama Buddha kepada remaja tingkat SMP Sekolah Minggu Buddha (SMB) Prasadha Jinadhammo Mahathera (PJM), Senin (8/6/2026), dengan mengangkat tema “Percaya Diri dan Optimisme dalam Perspektif Ajaran Buddha.”

Kegiatan yang diikuti para remaja Buddhis tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai positif, memperkuat mentalitas generasi muda, serta membangun keyakinan diri agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara bijaksana berdasarkan ajaran Buddha.

Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Buddha Kota Medan menjelaskan bahwa setiap individu memiliki potensi dan kemampuan yang dapat dikembangkan melalui usaha, ketekunan, serta keyakinan terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, para remaja diajak untuk tidak mudah merasa rendah diri maupun pesimis ketika menghadapi kegagalan atau kesulitan.

Sebagai landasan ajaran, penyuluh mengutip Dhammapada syair 182 yang menjelaskan bahwa kelahiran sebagai manusia merupakan kesempatan yang sangat berharga dan sulit diperoleh.

“Sungguh sulit memperoleh kelahiran sebagai manusia; sulit kehidupan sebagai manusia; sulit mendengarkan Dhamma yang benar; dan sulit munculnya para Buddha.” (Dhammapada 182)

Menurutnya, syair tersebut mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang berharga untuk belajar, berkembang, dan mengembangkan kualitas diri menuju kehidupan yang lebih baik.

Dalam penyuluhan tersebut, para remaja juga diajak memahami bahwa setiap manusia memiliki kecerdasan dan kelebihan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk merasa tidak mampu atau minder terhadap orang lain.

“Setiap orang memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Yang penting bukan siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang terus berusaha, terus belajar, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan,” ujarnya.

Selain itu, penyuluh menjelaskan konsep Pabhassara Citta atau batin yang bercahaya, sebagaimana diajarkan dalam ajaran Buddha. Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya batin manusia memiliki potensi kebajikan dan kebijaksanaan yang dapat dikembangkan melalui latihan dan pembiasaan yang baik.

Sebagai bentuk evaluasi pemahaman materi, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif menggunakan aplikasi Kahoot. Melalui metode tersebut, para peserta dapat menguji kembali pemahaman mereka mengenai materi yang telah disampaikan dengan suasana yang menyenangkan dan kompetitif.

Para remaja tampak antusias mengikuti sesi evaluasi. Selain menjadi sarana mengukur pemahaman peserta, penggunaan Kahoot juga mendorong keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran.

Penyuluh Agama Buddha Kota Medan menyampaikan bahwa pemanfaatan media pembelajaran interaktif menjadi salah satu upaya untuk membuat pendidikan Dhamma lebih menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda.

“Kami berharap para remaja dapat mengenali potensi dirinya, memiliki rasa percaya diri yang sehat, serta tetap optimis dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan berpegang pada nilai-nilai Dhamma,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan interaksi yang positif. Melalui kegiatan ini diharapkan para remaja SMB Prasadha Jinadhammo semakin memahami potensi yang dimiliki, memiliki rasa percaya diri yang sehat, serta mampu mengembangkan sikap optimis berdasarkan nilai-nilai ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *