Medan (Humas) – Dalam upaya memberikan penguatan spiritual dan dukungan moral bagi masyarakat yang sedang sakit, Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal berkolaborasi dengan tim Penyuluh Rohani dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan melaksanakan Bimbingan Penyuluhan (BP) bagi pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum (RSU) Bina Kasih, Jalan TB. Simatupang, Medan, pada Selasa (02/06/2026).
Kegiatan humanis ini dipimpin langsung oleh Sindar Purba, S.Th., M.Pd, yang merupakan Penyuluh KUA Kecamatan Medan Sunggal. Pada kesempatan pelayanan kali ini, Sindar Purba membawakan materi penyuluhan rohani yang sangat menyentuh hati bertajuk “Tuhan Masih Memberi Kesempatan”.
Dalam pemaparannya di hadapan para pasien, Sindar Purba menekankan bahwa masa-masa sakit bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah momentum refleksi diri bahwa Tuhan masih memberikan kesempatan bagi setiap manusia untuk pulih, bertumbuh, dan berdampak bagi sesama. Pesan ini diperkuat dengan kutipan nats Alkitab yang mendalam dari Kitab Yesaya 38:5, yang berbunyi:”Pergilah dan katakanlah kepada Ezekia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan memperpanjang umurmu lima belas tahun lagi.”
Ayat ini menjadi jangkar iman yang mengingatkan pasien bahwa Tuhan senantiasa mendengar seruan doa di kala sakit dan selalu ada ruang bagi mukjizat serta kesempatan baru yang Dia sediakan.
Sinergi Lintas Agama dan Dukungan Manajemen
Penyuluhan ini terasa semakin indah karena mencerminkan indahnya toleransi dan sinergi antarumat beragama di bawah naungan Kemenag Kota Medan. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini:
- Ruminna Sinaga, M.Pd (Penyuluh Agama Kristen)
- Roni Sitanggang, S.Ag (Penyuluh Agama Katolik)
- Timotius Barus, Ners (Perwakilan Pihak Manajemen RSU Bina Kasih)
Kehadiran tim penyuluh rohani ini disambut dengan sangat hangat oleh pihak rumah sakit. Dokter yang sedang bertugas pada hari itu dengan senang hati mempersilahkan dan memfasilitasi jalannya bimbingan rohani ini. Bahkan, dokter tersebut turut serta melebur dalam kegiatan, ikut memberikan semangat, serta mendampingi saat doa kesembuhan dipanjatkan bersama para pasien.
Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti ruangan rawat inap saat para pasien menerima penguatan iman dan doa. Melalui bimbingan penyuluhan ini, diharapkan proses pemulihan fisik para pasien dapat berjalan beriringan dengan pemulihan batin dan ketenangan jiwa mereka dan dalam mengakhiri kegiatan tersebut ditutup dengan Doa.(SP/PAI).

