Penyuluh Katolik Medan Bekali Misdinar Menjadi Terang di Era Digital

Medan (Humas) – Penyuluh Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Hekdi Jojada Sinaga, memberikan penyuluhan kepada Bina Iman Remaja (BIR) atau para misdinar di Stasi Santo Yohanes Pembaptis Rengas Pulau, Paroki Santo Kondrat Martubung, Gang Mufakat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (11/07/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.30 hingga 18.15 WIB tersebut diikuti oleh 20 orang peserta dengan penuh semangat dan antusias.

Mengusung tema “Misdinar Menjadi Terang di Era Digital”, kegiatan ini bertujuan membekali para misdinar agar mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan teknologi dan media digital tanpa meninggalkan nilai-nilai iman Katolik. Penyuluhan juga menjadi wadah pembinaan karakter bagi generasi muda agar mampu menggunakan media sosial secara sehat, bertanggung jawab, serta menjadikan ruang digital sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif dan komunikatif. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terkait penggunaan media sosial, pergaulan remaja, dan pengaruh perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Dalam penyampaiannya, Hekdi Jojada Sinaga menegaskan bahwa tugas seorang misdinar tidak hanya terbatas pada pelayanan di altar, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, Gereja, maupun di ruang digital.

“Misdinar harus mampu menjadi terang di era digital dengan menggunakan teknologi secara bijaksana, menyebarkan kebaikan, serta menjadi teladan yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani di mana pun berada. Dunia digital hendaknya menjadi ruang untuk menghadirkan kasih, bukan kebencian; membangun persaudaraan, bukan perpecahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para remaja agar lebih selektif dalam menerima maupun membagikan informasi di media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bertentangan dengan ajaran iman dan nilai-nilai moral.

“Teknologi adalah anugerah yang harus dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Gunakan media sosial untuk belajar, menginspirasi, dan menyebarkan pesan-pesan positif. Jadilah generasi muda Katolik yang mampu menjaga integritas, menghargai sesama, serta menjadi saksi kasih Tuhan di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan para misdinar semakin memahami perannya sebagai generasi muda Gereja yang tidak hanya aktif dalam pelayanan liturgi, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang berkarakter, beriman, serta bijaksana dalam memanfaatkan perkembangan teknologi. Pembinaan seperti ini diharapkan terus membentuk generasi muda Katolik yang tangguh, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menjadi terang serta garam di tengah kehidupan masyarakat, termasuk di era digital yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *