Medan (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan H. Ramlan, MA selaku Ketua Nazir Wakaf sekaligus Pembina Rumah Tahfidz Quran Muslimin Medan menghadiri Resepsi Milad dan Wisuda Rumah Tahfidz Quran Muslimin Medan yang diselenggarakan pada Ahad (12/07/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menyongsong Masa Depan Gemilang Bersama Cahaya Al-Qur’an” tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia dan berdaya saing.
Sebanyak 22 santri diwisuda dengan capaian hafalan mulai dari 2 juz hingga 13 juz. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan disaksikan oleh para orang tua, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah dan lembaga pendidikan yang hadir memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kantor Kementerian Agama Kota Medan H. Ahmad Faisal Nasution, S.Ag., M.HI., Mudir Rumah Tahfidz Quran Muslimin Medan Mhd. Abdul Yunus, S.Pd. (Alhafidz) beserta jajaran asatidz dan asatidzah, Kepala Lingkungan XI Kelurahan Glugur Darat I Wardianto, Sekretaris Nazir Wakaf Akhmad Siswadhi, S.T., Ketua PCM Kampung Dadap beserta jajaran, Ketua PCA Kampung Dadap Nurhidayah, S.Pd. beserta jajaran, Kepala SD Muhammadiyah 02 Hj. Nurbaiti Ritonga, S.Pd., M.H., Kepala MDTA 03 Feri Ramananda, S.Pd.I., serta para orang tua dan wali santri.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Medan Perjuangan menyampaikan bahwa Rumah Tahfidz Quran Muslimin Medan memiliki visi besar untuk mewujudkan “Satu Rumah Satu Penghafal Al-Qur’an”. Menurutnya, visi tersebut sejalan dengan upaya membangun keluarga yang kokoh sebagai fondasi lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami berharap dari setiap rumah akan lahir minimal satu penghafal Al-Qur’an. Apabila setiap keluarga memiliki generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, maka akan lahir masyarakat yang berakhlak mulia, cinta ilmu, dan memiliki karakter yang kuat. Inilah salah satu ikhtiar nyata dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa KUA tidak hanya memberikan pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga terus berkomitmen melakukan pembinaan umat melalui berbagai program yang memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan keagamaan, serta pembentukan karakter generasi muda.
“KUA akan terus mendukung berbagai program pembinaan keagamaan yang mampu melahirkan generasi Qurani. Pendidikan Al-Qur’an harus dimulai dari lingkungan keluarga karena keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak-anak. Ketika keluarga mencintai Al-Qur’an, maka akan lahir generasi yang beriman, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Sementara itu, Kasi PAKIS Kantor Kementerian Agama Kota Medan, H. Ahmad Faisal Nasution, mengapresiasi capaian para santri yang telah berhasil menyelesaikan hafalan sesuai target masing-masing. Ia berpesan agar para wisudawan terus menjaga hafalan dan istiqamah dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Selamat kepada seluruh santri yang diwisuda. Teruslah menjaga hafalan, tingkatkan kualitas bacaan, dan istiqamah hingga mampu menyelesaikan hafalan 30 juz. Para penghafal Al-Qur’an adalah generasi yang cerdas, sehingga tema ‘Menyongsong Masa Depan Gemilang Bersama Cahaya Al-Qur’an’ sangat tepat sebagai motivasi untuk terus meraih prestasi dan memberikan manfaat bagi umat,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan prosesi wisuda, pemberian penghargaan kepada para santri, serta doa bersama sebagai ungkapan syukur atas capaian yang telah diraih. Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara KUA, lembaga pendidikan Al-Qur’an, orang tua, dan masyarakat semakin kuat dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia, berprestasi, dan mampu menjadi pilar pembangunan bangsa di masa depan.

