Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan bersama jamaah Majelis Zikir Assalamah memanjatkan doa untuk keselamatan dan kedamaian bangsa dan negeri. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui salat tasbih, zikir, dan doa bersama di Masjid Al-Ishlah, Jalan Pukat 5, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan pada Selasa (25/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peran Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual sekaligus menjaga persatuan dan kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Supriyadi, bersama BAS dan jamaah Majelis Zikir Assalamah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan khidmat. Salat tasbih, zikir, dan doa bersama menjadi momentum bagi jamaah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon perlindungan bagi bangsa dan negeri. “Kita bersama-sama memanjatkan doa agar bangsa dan negeri kita senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, dan keberkahan,” ujar Supriyadi. Menurutnya, doa merupakan salah satu bentuk ikhtiar batin yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi berbagai keadaan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Supriyadi menyampaikan bahwa kedamaian bangsa tidak hanya membutuhkan ikhtiar dari pemerintah dan berbagai pihak, tetapi juga dukungan masyarakat melalui sikap menjaga kerukunan dan persaudaraan. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti zikir dan doa bersama dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan. “Kedamaian negeri merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga mari kita mulai dari diri sendiri dengan menjaga hubungan baik, saling menghormati, dan tidak mudah terprovokasi,” katanya. Ia berharap pesan tersebut dapat diterapkan jamaah dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dengan jamaah mengikuti salat tasbih, zikir, dan doa secara bersama-sama. Doa dipanjatkan agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan keamanan, kedamaian, serta dijauhkan dari berbagai bencana dan perpecahan. Supriyadi mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara penyuluh agama dengan masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya berdoa bersama, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan rasa persaudaraan di antara jamaah,” tuturnya.
Sebagai Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Supriyadi mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan yang membawa pesan kedamaian dan persatuan. Menurutnya, nilai-nilai yang dibangun melalui zikir dan doa perlu diwujudkan dalam sikap saling menghargai serta menjaga keharmonisan di lingkungan masing-masing. “Semoga doa yang kita panjatkan menjadi ikhtiar bersama agar negeri ini selalu aman, damai, dan masyarakatnya hidup dalam kerukunan,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan jamaah agar menjadikan kedamaian sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Kegiatan di Masjid Al-Ishlah tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual sekaligus menumbuhkan kepedulian jamaah terhadap kondisi bangsa dan negeri. Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan bersama jamaah Majelis Zikir Assalamah terus mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan penuh kedamaian. Melalui salat tasbih, zikir, dan doa bersama, jamaah memohon agar Allah SWT memberikan perlindungan serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Mari kita terus memperbanyak doa, menjaga persaudaraan, dan bersama-sama menciptakan suasana yang damai demi kebaikan bangsa dan negeri,” pungkas Supriyadi.

