Penyuluh Agama Islam KUA Medan Petisah Berikan Penyuluhan tentang Amalan yang Pertama Kali Dihisab

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah Heriansyah Harahap, Nurlely, dan Komala Dewi memberikan penyuluhan keagamaan kepada warga binaan LRPPN BI Medan pada hari Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Amalan yang Pertama Kali Dihisab” sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga binaan mengenai pentingnya menjaga kualitas ibadah, khususnya salat.

Dalam penyuluhannya, Heriansyah Harahap menjelaskan bahwa setiap manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di hadapan Allah SWT. Salah satu amalan yang mendapatkan perhatian utama dalam kehidupan akhirat adalah salat. Karena itu, umat Islam hendaknya menjadikan salat sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

“Salat merupakan amalan yang sangat penting dan menjadi salah satu perkara yang pertama kali diperhitungkan. Karena itu, mari kita jaga salat, bukan hanya dari sisi pelaksanaannya, tetapi juga berusaha menghadirkan kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah,” ujar Heriansyah Harahap.

Ia menambahkan bahwa menjaga salat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban kepada Allah SWT, tetapi juga dapat membentuk kepribadian yang lebih baik. Salat yang dilaksanakan dengan benar diharapkan mampu mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan yang tidak baik serta meningkatkan ketakwaan dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

Nurlely dalam kesempatan tersebut mengajak warga binaan untuk tidak menjadikan masa pembinaan sebagai penghalang dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang lebih baik. “Jangan pernah merasa terlambat untuk berubah. Jadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk memperbaiki salat, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT,” ungkap Nurlely.

Sementara itu, Komala Dewi mengingatkan bahwa perubahan menuju kebaikan harus dilakukan secara bertahap dan konsisten. Ia mengajak warga binaan untuk saling mengingatkan dalam melaksanakan ibadah serta membangun kebiasaan positif selama mengikuti pembinaan. “Kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dan terus-menerus akan membentuk kebiasaan yang baik. Mari kita mulai dari salat dan ibadah lainnya dengan penuh kesadaran,” tuturnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan diikuti secara antusias oleh warga binaan LRPPN BI Medan. Melalui kegiatan tersebut, para penyuluh berharap warga binaan semakin memahami pentingnya salat sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT sekaligus menjadikannya sebagai bekal untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *