Perdana Pimpin Bimwin, Ka. KUA Medan Johor Tekankan Penguatan Iman dan Takwa dalam Rumah Tangga

Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Johor, H. Yakhman Hulu, S.Ag., M.I.Kom., untuk pertama kalinya memimpin pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin (catin) di Aula Kantor KUA Kecamatan Medan Johor, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti lima pasangan calon pengantin yang mendapatkan pembekalan sebagai persiapan memasuki kehidupan berumah tangga. Dalam pelaksanaannya, H. Yakhman Hulu didampingi Penyuluh Agama Islam KUA Medan Johor, Al Huda, S.Sos.I., Komarul Anwar, S.H.I., dan Hidayat Arif, S.Sos.I.

Bimbingan Perkawinan menjadi salah satu upaya KUA dalam memberikan pemahaman kepada calon pengantin agar memiliki kesiapan yang lebih baik, tidak hanya dari aspek administratif, tetapi juga dari sisi keagamaan, mental, komunikasi, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga. Melalui kegiatan tersebut, para calon pengantin diajak memahami bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga merupakan amanah yang membutuhkan kesiapan dan komitmen dari kedua belah pihak. Karena itu, pembekalan sebelum pernikahan dinilai penting agar calon pasangan memiliki bekal dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan keluarga.

Dalam bimbingannya, H. Yakhman Hulu menekankan pentingnya penguatan iman dan takwa sebagai landasan utama dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Menurutnya, keluarga yang bahagia tidak hanya dibangun dengan kecukupan materi, tetapi juga membutuhkan nilai-nilai agama yang menjadi pedoman dalam bersikap, mengambil keputusan, serta menyelesaikan berbagai persoalan yang mungkin muncul dalam kehidupan keluarga.

“Penguatan iman dan takwa sangat penting dalam kehidupan berumah tangga. Ketika suami dan istri memiliki iman dan takwa yang kuat, keduanya akan memiliki pegangan dalam menjalankan hak dan kewajiban, saling menghormati, serta menghadapi setiap persoalan dengan cara yang baik. Keluarga bahagia yang menjadi cita-cita kita bersama akan lebih mudah diwujudkan apabila kehidupan rumah tangga dibangun di atas nilai-nilai agama,” ujar H. Yakhman Hulu.

Ia juga mengingatkan para calon pengantin agar menjadikan pernikahan sebagai proses membangun kehidupan bersama yang dilandasi komunikasi, saling pengertian, kesabaran, dan tanggung jawab. Menurutnya, setiap pasangan perlu memahami bahwa perbedaan karakter maupun cara pandang merupakan hal yang wajar dalam rumah tangga sehingga harus dihadapi dengan kedewasaan dan komunikasi yang baik. “Jangan melihat pernikahan hanya dari sisi kebahagiaan, tetapi pahami juga tanggung jawab yang menyertainya. Suami dan istri harus belajar menjadi pasangan yang saling menguatkan, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta bersama-sama menjaga keutuhan keluarga,” tambahnya.

Kegiatan Bimwin yang berlangsung selama sekitar 60 menit tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Lima pasangan calon pengantin mengikuti setiap materi dengan penuh antusias dan semangat, serta aktif menyimak berbagai pembekalan yang disampaikan. Suasana kegiatan berlangsung interaktif sehingga para peserta dapat memperoleh gambaran dan pemahaman yang lebih baik mengenai kehidupan berumah tangga.

Salah seorang peserta Bimwin, Raja Muda Pratama, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan yang dinilainya penting sebagai bekal sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Ia menilai materi yang diberikan tidak hanya bermanfaat untuk persiapan menjelang akad nikah, tetapi juga dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan setelah menikah.

“Saya merasa senang bisa mengikuti Bimbingan Perkawinan ini. Banyak hal yang sebelumnya mungkin belum kami pahami, sekarang mendapatkan penjelasan dan bekal untuk kehidupan setelah menikah. Mudah-mudahan apa yang disampaikan dapat kami terapkan sehingga nantinya dapat membangun rumah tangga yang harmonis dan penuh tanggung jawab,” ungkap Raja Muda Pratama.

H. Yakhman Hulu berharap Bimbingan Perkawinan dapat terus menjadi bagian penting dari pelayanan KUA Kecamatan Medan Johor kepada masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan calon pengantin agar lebih matang secara pengetahuan, mental, dan spiritual. Ia juga mengajak para calon pengantin untuk tidak berhenti belajar setelah menikah, karena membangun keluarga yang sakinah membutuhkan proses, kesabaran, dan komitmen bersama. “Kita berharap para calon pengantin yang mengikuti Bimwin ini benar-benar membawa pulang bekal yang bermanfaat dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keluarga yang dibangun menjadi keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan berlandaskan iman serta takwa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *