Medan (Humas) – MTsN 2 Medan melaksanakan kegiatan Wawasan Kebangsaan dengan tema “Strategi Pencegahan Penyebaran Paham Intoleran, Radikalisme, dan Terorisme” pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Serbaguna MTsN 2 Medan dan diikuti oleh para siswa serta warga madrasah. Kegiatan ini menghadirkan tim dari Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri sebagai narasumber. Dua narasumber yang memberikan materi dalam kegiatan tersebut adalah BRIGPOL Ahmad Rizki Fauzi, S.Pd., M.Psi. dan BRIGPOL Harun Al Rasyid, S.H., M.H. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam penyampaian materinya, narasumber membahas berbagai strategi yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran paham intoleran, radikalisme, dan terorisme di lingkungan pendidikan. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali berbagai bentuk dan potensi penyebaran paham tersebut, termasuk melalui lingkungan pergaulan, media sosial, maupun interaksi di ruang digital seperti game online. Selain itu, siswa juga diajak untuk memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diterima agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mengandung unsur intoleransi maupun kekerasan. Edukasi tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran siswa untuk menjaga kerukunan serta menghargai perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Dengan demikian, madrasah dapat menjadi lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mampu membentuk generasi yang memiliki wawasan kebangsaan.

Narasumber turut mengingatkan para siswa untuk menjauhi narkoba, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta bijak dalam menggunakan media digital. BRIGPOL Ahmad Rizki Fauzi, S.Pd., M.Psi. menyampaikan, “Generasi muda harus mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif, baik intoleransi, radikalisme, terorisme, maupun narkoba. Jangan mudah terpengaruh oleh ajakan yang tidak baik, termasuk yang ditemukan di media sosial maupun game online. Gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan teruslah membangun pergaulan yang sehat.” ujarnya.
Kegiatan Wawasan Kebangsaan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk memahami pentingnya nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, siswa diarahkan untuk mengamalkan sikap toleransi, menghormati keberagaman, serta mengedepankan persatuan dalam berinteraksi dengan sesama. Pemahaman tersebut penting diberikan sejak dini sebagai bentuk pencegahan terhadap berkembangnya paham yang dapat mengancam persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama ketika mengikuti penyampaian materi dan memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan para narasumber. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara madrasah dan pihak terkait dalam upaya membangun ketahanan generasi muda terhadap paham intoleran, radikalisme, dan terorisme.

Kepala MTsN 2 Medan, Dra. Pesta Berampu, M.A. menyampaikan bahwa kegiatan Wawasan Kebangsaan ini merupakan langkah penting dalam membekali siswa dengan pemahaman tentang bahaya intoleransi, radikalisme, terorisme, dan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar siswa mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar maupun ruang digital.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman dan kesadaran kepada seluruh siswa untuk menjauhi narkoba, menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau ajakan negatif yang ditemui di media sosial maupun game online. Ananda kita harus tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, toleran, cinta tanah air, dan mampu menjaga persatuan serta keutuhan bangsa,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, MTsN 2 Medan berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan. Penanaman nilai toleransi, cinta tanah air, serta semangat menjaga persatuan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital. Siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang bijak dalam menggunakan media sosial, menyaring informasi, dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang mengarah pada intoleransi, radikalisme, maupun terorisme. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga madrasah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang damai dan harmonis. Dengan wawasan kebangsaan yang kuat, MTsN 2 Medan terus mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, dan berkomitmen menjaga keutuhan bangsa. (SZ/FE)

