Penyuluh Agama Kristen Medan Perjuangan Berikan Penguatan Rohani bagi Anak Panti Asuhan Gesma Khairos

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Medan Perjuangan, Drammes Lumbantobing, S.Th., M.PdK., terus menghadirkan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi masyarakat melalui kegiatan pembinaan secara rutin. Salah satu bentuk pelayanan tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan pendampingan rohani kepada anak-anak Panti Asuhan Gesma Khairos yang beralamat di Jalan Tuba IV, Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan iman sekaligus membentuk karakter anak-anak agar mampu menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Kristiani.

Dalam bimbingan kali ini, Drammes mengangkat tema “Berkata dengan Kasih, Hidup dalam Etika.” Tema tersebut mengajak anak-anak untuk memahami bahwa perkataan, sikap, dan perilaku merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama. Terlebih di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin memberikan ruang luas bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapat dan mengekspresikan diri, diperlukan kedewasaan serta tanggung jawab agar kebebasan tersebut tidak disalahgunakan.

Drammes menjelaskan bahwa kemajuan teknologi hendaknya dimanfaatkan secara positif untuk mengembangkan kreativitas, memperoleh pengetahuan, dan membangun relasi yang sehat. Namun, menurutnya, perkembangan tersebut tetap harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga etika dan kesopanan, baik dalam komunikasi secara langsung maupun melalui media sosial. “Cari cuan boleh, cari viral silakan, tetapi jangan sampai kehilangan sopan santun. Konten boleh kreatif, tetapi lisan tetap beretika dan bermartabat,” pesan Drammes kepada anak-anak panti.

Ia juga mengingatkan bahwa perkataan memiliki kekuatan yang besar dalam kehidupan manusia karena dapat memberikan semangat dan membangun orang lain, tetapi juga dapat melukai apabila disampaikan tanpa pertimbangan. Karena itu, anak-anak diajak membiasakan diri berpikir sebelum berbicara dan memilih kata-kata yang baik, sopan, serta memberikan dampak positif. Menurutnya, kemampuan menjaga tutur kata merupakan salah satu bentuk nyata dari penerapan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai dasar penguatan rohani, Drammes mengutip firman Tuhan dari Efesus 4:29 yang berbunyi, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” Firman tersebut menjadi pengingat bahwa perkataan orang percaya seharusnya membawa kebaikan dan menjadi berkat bagi orang lain. “Etika dalam berbicara bukan hanya persoalan sopan santun, tetapi juga merupakan bagian dari kesaksian iman kita. Seseorang tidak hanya dilihat dari kepandaian dan keberhasilannya, tetapi juga dari bagaimana ia berbicara, bersikap, dan memperlakukan orang lain,” ungkap Drammes.

Dalam kesempatan tersebut, Drammes juga mengajak anak-anak panti untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, setiap unggahan, komentar, maupun komunikasi di ruang digital perlu dipertimbangkan dengan baik karena dapat memberikan dampak kepada diri sendiri maupun orang lain. Ia mendorong anak-anak agar menjadikan nilai-nilai iman Kristen sebagai dasar dalam mengambil keputusan, termasuk ketika berinteraksi di dunia digital.

Kegiatan bimbingan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh kekeluargaan. Anak-anak Panti Asuhan Gesma Khairos mengikuti materi dengan antusias dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat maupun pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari, khususnya berkaitan dengan komunikasi bersama teman serta penggunaan media sosial. Interaksi tersebut membuat kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar sekaligus merefleksikan pengalaman mereka.

Drammes berharap kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut dapat membantu anak-anak Panti Asuhan Gesma Khairos bertumbuh tidak hanya dalam iman, tetapi juga dalam karakter dan kepribadian. Ia mengajak mereka untuk menjadikan kasih sebagai dasar dalam berkomunikasi, menghargai sesama, serta menggunakan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab. “Jadilah anak-anak yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter. Gunakan perkataan untuk menguatkan, bukan menjatuhkan; untuk membangun, bukan menghancurkan,” tutup Drammes.

Melalui kegiatan pembinaan yang dilakukan secara rutin tersebut, anak-anak Panti Asuhan Gesma Khairos diharapkan semakin memiliki dasar iman yang kuat sekaligus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kasih, etika, kesantunan, dan tanggung jawab diharapkan menjadi pedoman dalam setiap perkataan dan tindakan mereka. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, bijaksana dalam menggunakan teknologi, serta mampu memberikan teladan dan dampak positif bagi keluarga maupun masyarakat di sekitarnya. (DLT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *