Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan memperkuat pembinaan generasi muda dengan mengajak remaja memandang masa depan sebagai ruang untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan secara positif. Penguatan tersebut disampaikan dalam kegiatan Salat Jumat bersama masyarakat di Masjid Hasanah, Jalan Teratai, Kecamatan Medan Polonia, Jumat (18/9/2026), yang turut dihadiri Kapolsek Medan Baru Komisaris Polisi Bambang Gunanti Hutasuhut bersama jajaran. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Amri Sembiring, S.H.I., menyampaikan pesan keagamaan dengan tema “Remaja sebagai Ujung Tombak Negara”. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat perhatian dan kepedulian berbagai unsur masyarakat terhadap pembinaan remaja sebagai bagian penting dari masa depan bangsa.
Amri Sembiring menyampaikan bahwa remaja merupakan aset sekaligus potensi besar yang perlu mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan. Menurutnya, generasi muda yang memiliki bekal iman, ilmu, dan akhlak akan lebih siap mengembangkan potensi dirinya serta memberikan manfaat bagi lingkungan. Pembinaan tersebut perlu dilakukan dengan memberikan arahan sekaligus ruang bagi remaja untuk menyalurkan energi dan kreativitas melalui kegiatan yang positif. “Remaja merupakan potensi besar bagi masa depan negara, sehingga mereka perlu dibekali dengan iman, ilmu, dan akhlak agar mampu menggunakan potensi yang dimiliki untuk hal-hal yang positif,” ujar Amri.
Lebih lanjut, Amri mengingatkan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian. Selain itu, perhatian dari keluarga, lingkungan masyarakat, lembaga pendidikan, dan unsur pembinaan keagamaan sangat diperlukan agar remaja memiliki lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka. Sementara itu, keterlibatan remaja dalam kegiatan keagamaan dan sosial dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan. “Kita harus memberikan ruang dan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkembang, tetapi tetap dengan pendampingan agar energi dan kreativitas mereka tersalurkan dengan baik,” katanya.
Penguatan pembinaan generasi muda juga mendapat perhatian dari Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti Hutasuhut yang turut memberikan sambutan dan penyuluhan kepada jamaah. Ia menyampaikan bahwa remaja perlu dipandang sebagai potensi negara yang harus diarahkan dan diberdayakan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan. Senada dengan hal itu, Bambang menekankan bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, penyuluh agama, orang tua, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga para pemuda. “Remaja adalah potensi negara, karena itu potensi tersebut harus kita arahkan dan berdayakan untuk hal-hal yang positif,” pesan Bambang.
Bambang juga mengajak masyarakat untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan generasi muda, termasuk kaum Gen Z, sehingga mereka dapat dilibatkan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Menurutnya, remaja tidak hanya perlu diberikan arahan, tetapi juga perlu diberi kesempatan untuk ikut mengambil peran dalam berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat. Selain itu, pendekatan yang komunikatif dan persuasif dapat membantu membangun kedekatan antara generasi muda dengan para pihak yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan. Kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, kepolisian, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan generasi muda di wilayah Medan Polonia dan sekitarnya.
Kegiatan Salat Jumat dan penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendekatan keagamaan dan kemasyarakatan. Pesan tentang iman dan akhlak dipadukan dengan kepedulian terhadap pengembangan potensi remaja serta terciptanya lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka. Melalui pembinaan yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan, remaja diharapkan mampu mengembangkan potensi secara positif, menjauhi perilaku yang merugikan, dan mengambil peran di tengah masyarakat. Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan bersama berbagai unsur masyarakat terus mendorong lahirnya generasi muda yang berakhlak, produktif, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi bagi masa depan bangsa.

