PAI KUA Medan Petisah Berikan Bimbingan kepada Pasien LRPPN tentang Gerakan Salat dan Kesehatan

Medan, Rabu 23 September 2026 — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Petisah, Komala Dewi, M.E dan Nurlely, M.Sos melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan kepada pasien LRPPN. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Gerakan Salat dan Kesehatan” sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi pasien. Bimbingan dilaksanakan dengan memberikan pemahaman mengenai salat sebagai ibadah wajib sekaligus sarana membentuk kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Para pasien diajak memahami bahwa setiap gerakan salat memiliki tata cara yang perlu dilakukan dengan benar sesuai tuntunan syariat. Selain itu, disampaikan pula pentingnya menjaga kebersihan dan kondisi tubuh sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan. Kegiatan berlangsung dengan suasana komunikatif dan para pasien mengikuti materi dengan baik.

Dalam penyampaiannya, Komala Dewi, M.E menjelaskan bahwa salat tidak hanya berkaitan dengan hubungan seorang hamba kepada Allah SWT, tetapi juga mengajarkan keteraturan dan kedisiplinan. Menurutnya, pelaksanaan salat yang dilakukan secara teratur dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup yang lebih tertib. “Salat mengajarkan kita untuk disiplin, menjaga kebersihan, serta melatih ketenangan diri dalam menghadapi berbagai keadaan,” ujar Komala Dewi. Ia juga mengingatkan para pasien agar memperhatikan kesempurnaan gerakan salat sesuai kemampuan masing-masing. Gerakan berdiri, rukuk, iktidal, sujud, dan duduk hendaknya dilakukan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Dengan demikian, salat dapat menjadi sarana ibadah sekaligus pembinaan diri secara menyeluruh.

Selanjutnya, Nurlely, M.Sos menyampaikan bahwa kesehatan merupakan amanah yang perlu dijaga oleh setiap manusia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga dengan membangun kebiasaan hidup yang baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Kita harus memahami bahwa tubuh adalah amanah dari Allah, sehingga perlu dijaga dengan pola hidup yang baik, kebersihan, istirahat yang cukup, dan ibadah yang teratur,” ungkap Nurlely. Ia mengajak para pasien untuk tetap semangat menjalani proses pemulihan dan tidak kehilangan harapan. Dalam kondisi sakit, seseorang tetap dapat beribadah sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal menjadi bagian penting dalam menjalani proses tersebut.

Pada kesempatan tersebut, para penyuluh juga menjelaskan keterkaitan antara gerakan salat dengan pembentukan kebiasaan hidup yang teratur. Setiap rangkaian gerakan salat dilakukan secara berurutan dan mengandung nilai kedisiplinan bagi orang yang melaksanakannya. Para pasien diberikan pemahaman bahwa gerakan salat harus dilakukan sesuai tuntunan dan kemampuan fisik masing-masing. Bagi orang yang sedang mengalami kondisi kesehatan tertentu, pelaksanaan salat dapat disesuaikan dengan ketentuan syariat. “Jangan sampai kondisi kesehatan membuat kita meninggalkan salat, karena Islam memberikan kemudahan bagi orang yang memiliki keterbatasan,” jelas Komala Dewi. Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah tetap menjaga kewajiban ibadah dengan cara yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Bimbingan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama para pasien mengenai pengalaman mereka dalam melaksanakan salat selama menjalani perawatan. Para penyuluh memberikan kesempatan kepada pasien untuk menyampaikan pertanyaan terkait gerakan salat, kebersihan, serta pelaksanaan ibadah ketika kondisi tubuh sedang kurang sehat. Nurlely memberikan penguatan agar para pasien tidak merasa rendah diri karena kondisi yang sedang mereka alami. “Setiap ujian memiliki hikmah, dan kita harus terus berusaha memperbaiki diri sambil memohon pertolongan kepada Allah SWT,” tutur Nurlely. Pesan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan optimisme para pasien dalam menjalani proses pemulihan. Kegiatan bimbingan juga menjadi ruang bagi pasien untuk mendapatkan penguatan spiritual selama menjalani perawatan.

Para penyuluh PAI KUA Kecamatan Medan Petisah berharap materi tentang gerakan salat dan kesehatan dapat memberikan pemahaman yang bermanfaat bagi para pasien LRPPN. Pemahaman keagamaan diharapkan dapat membantu pasien menjalankan ibadah dengan lebih baik sesuai kemampuan masing-masing. Komala Dewi menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai agama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga bimbingan ini dapat memberikan motivasi kepada para pasien untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah dan menjaga kesehatan sebagai bentuk rasa syukur,” katanya. Ia juga mengajak para pasien untuk menjadikan salat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus membangun ketenangan dalam menjalani kehidupan. Dengan pembinaan yang dilakukan secara konsisten, diharapkan aspek spiritual dan semangat menjalani proses pemulihan dapat terus berkembang.

Kegiatan bimbingan ditutup dengan pesan kepada para pasien agar senantiasa menjaga semangat, memperbanyak doa, serta mengikuti proses perawatan dengan baik. Para penyuluh mengingatkan bahwa ikhtiar menjaga kesehatan perlu berjalan bersama dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Salat sebagai ibadah wajib hendaknya tetap dijaga sesuai kemampuan dan ketentuan syariat. “Mari kita jadikan salat sebagai penguat hati, sumber ketenangan, dan pengingat agar kita selalu dekat kepada Allah SWT,” pungkas Komala Dewi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman keagamaan serta motivasi para pasien selama menjalani proses pemulihan. PAI KUA Kecamatan Medan Petisah akan terus berupaya memberikan bimbingan keagamaan yang edukatif, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *