Medan (Humas) Pendampingan katekumen kembali dilaksanakan pada Rabu (23/9/2026) pukul 08.00 WIB di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan dan pendalaman iman bagi para katekumen untuk semakin mengenal dan memahami ajaran Gereja Katolik.
Pendampingan dilakukan oleh Roni Antonius Sitanggang, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, dan diikuti oleh dua peserta, yakni Daud Tarigan dan Fitri Silalahi. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembinaan mengenai berbagai aspek dasar iman Kristiani sebagai bagian dari persiapan untuk memahami ajaran serta kehidupan Gereja Katolik secara lebih mendalam.
Materi yang dibahas mengangkat tema “Perbedaan Kristen dan Katolik.” Pembahasan diarahkan untuk membantu peserta memahami bahwa istilah Kristen memiliki cakupan yang luas, mencakup berbagai tradisi dan denominasi yang beriman kepada Yesus Kristus. Sementara itu, Katolik merupakan salah satu tradisi dalam Kekristenan yang memiliki ajaran, struktur Gereja, tradisi, dan praktik iman yang khas.
Dalam pendalaman materi, peserta diajak mengenal sejumlah aspek yang menjadi ciri kehidupan Gereja Katolik, antara lain peranan Kitab Suci dan Tradisi Suci, keberadaan Magisterium, kehidupan sakramental, serta struktur kepemimpinan Gereja. Pembahasan juga diarahkan pada pemahaman bahwa perbedaan antartradisi Kristen perlu disikapi dengan pengetahuan yang benar, sikap terbuka, dan semangat saling menghormati.
Roni Antonius Sitanggang menyampaikan bahwa pendampingan katekumen merupakan bagian penting dalam membantu peserta memahami iman Katolik secara lebih utuh. “Pendampingan ini diharapkan membantu katekumen semakin memahami iman Katolik dan mampu menyikapi perbedaan dengan sikap saling menghormati,” ujar Roni.
Melalui kegiatan pendampingan tersebut, Daud Tarigan dan Fitri Silalahi diharapkan semakin mengenal iman Katolik dan memiliki dasar pemahaman yang baik dalam menjalani proses katekumenat. Pendalaman materi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan serta memperdalam pemahaman mengenai identitas dan kehidupan iman Katolik, sehingga semakin mantap mempersiapkan diri untuk hidup sebagai umat Katolik serta membangun sikap saling menghargai di tengah keberagaman umat Kristiani.

