Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kemenag Medan Monitoring Pembelajaran di SMP Santo Thomas 1 Medan

Medan (Humas) Pengawas Pendidikan Agama Katolik tingkat Sekolah Menengah Kementerian Agama Kota Medan, Dewi Sartika Simbolon, melaksanakan kunjungan monitoring terhadap pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMP Santo Thomas 1 Medan, Selasa (29/09/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di sekolah yang beralamat di Jalan Letjen S. Parman No. 109, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.

Dalam kunjungan tersebut, Dewi Sartika Simbolon melakukan monitoring terhadap kelengkapan administrasi serta perangkat pembelajaran yang digunakan oleh para guru Pendidikan Agama Katolik. Monitoring ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik dan didukung oleh administrasi pembelajaran yang lengkap.

Adapun guru Pendidikan Agama Katolik yang mengikuti kegiatan monitoring tersebut yakni Justinus Sembiring, Koko Ginting, Aldy, dan Asmariani Kaban. Selain memeriksa perangkat pembelajaran, kegiatan juga mencakup hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di lingkungan sekolah.

Dewi Sartika Simbolon menyampaikan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian dari pendampingan untuk mendukung guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran secara optimal. “Monitoring ini menjadi kesempatan untuk melihat kelengkapan administrasi sekaligus berdiskusi bersama guru agar pembelajaran Pendidikan Agama Katolik semakin baik,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perbincangan bersama antara pengawas, kepala sekolah, dan para guru Pendidikan Agama Katolik. Suasana diskusi berlangsung hangat dan terbuka, dengan membahas berbagai hal seputar pelaksanaan pembelajaran serta upaya mendukung proses pendidikan agama Katolik bagi para peserta didik. Kepala SMP Santo Thomas 1 Medan menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan, “Kami mengapresiasi kunjungan monitoring ini karena menjadi ruang untuk berdiskusi dan memperkuat kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di sekolah.”

Melalui kegiatan monitoring dan dialog tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin baik antara pengawas, pihak sekolah, dan guru Pendidikan Agama Katolik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas administrasi dan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMP Santo Thomas 1 Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *