Bahas Yeremia 33:6, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Tekankan Harapan dan Pemulihan

Medan (Humas) – Harapan akan pemulihan menjadi pesan penting bagi umat yang tengah menghadapi berbagai pergumulan dalam kehidupan. Pesan tersebut disampaikan dalam pembinaan rohani di RS Estomihi Medan, Jalan Sisingamangaraja No. 235, Kelurahan Sudirejo II, Kota Medan, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pemulihan Terjadi bagi Orang Mengandalkan Tuhan” dengan berlandaskan Firman Tuhan dari Yeremia 33:6. Sebanyak empat orang mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan iman dan pengharapan di tengah kondisi yang sedang dihadapi.

Melalui Yeremia 33:6, peserta diajak memahami bahwa Tuhan memberikan pemulihan, kesehatan, serta damai sejahtera bagi orang yang tetap menaruh pengharapan kepada-Nya. Firman Tuhan tersebut menjadi bahan perenungan agar peserta tidak hanya berfokus pada keadaan yang sedang dialami, tetapi tetap melihat adanya harapan di dalam Tuhan. “Tuhan adalah sumber pemulihan, karena itu dalam keadaan apa pun kita harus tetap mengandalkan-Nya dan percaya bahwa Tuhan mampu memberikan jalan keluar,” ujarnya. Selain itu, keyakinan kepada Tuhan diharapkan dapat memberikan kekuatan batin bagi peserta dalam menjalani setiap proses kehidupan.

Sementara itu, pemulihan yang disampaikan melalui firman Tuhan tidak hanya dimaknai dalam aspek kesembuhan secara fisik, tetapi juga mencakup pemulihan hati, pikiran, dan kehidupan secara menyeluruh. Peserta diajak untuk menyerahkan setiap kekhawatiran kepada Tuhan serta membangun kembali pengharapan melalui doa dan iman. “Jangan sampai keadaan membuat kita kehilangan harapan, sebab ketika kita terus mengandalkan Tuhan, selalu ada kekuatan untuk melewati setiap proses,” tuturnya. Senada dengan hal itu, sikap berserah kepada Tuhan perlu disertai dengan ketekunan dan keyakinan dalam menjalani setiap tahapan kehidupan.

Selain memberikan penguatan melalui Firman Tuhan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk melakukan perenungan terhadap perjalanan hidup masing-masing. Tema pemulihan mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit dan menata kembali kehidupan dengan berpegang pada nilai-nilai iman. “Pemulihan dimulai ketika kita mau membuka hati kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia tetap bekerja dalam kehidupan kita, bahkan ketika kita sedang berada dalam keadaan yang sulit,” katanya. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat menghadapi setiap keadaan dengan hati yang lebih tenang dan penuh pengharapan.

Lebih lanjut, pembinaan rohani tersebut juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan melalui doa dan membaca firman secara berkelanjutan. Kebiasaan tersebut dapat menjadi sumber kekuatan spiritual sehingga seseorang tidak mudah kehilangan pengharapan ketika menghadapi tantangan. Selain itu, dukungan dan perhatian melalui kegiatan pembinaan rohani diharapkan dapat membantu peserta memperoleh penguatan dalam menjalani proses yang sedang berlangsung. Pesan dari Yeremia 33:6 diharapkan terus menjadi pengingat bahwa pemulihan dan pengharapan senantiasa dapat ditemukan ketika kehidupan diserahkan kepada Tuhan.

Kegiatan pembinaan rohani di RS Estomihi Medan berlangsung dalam suasana yang penuh perenungan dan penguatan iman. Empat peserta mengikuti kegiatan dengan menerima pesan keagamaan mengenai pentingnya mengandalkan Tuhan dalam menghadapi berbagai keadaan. Firman Tuhan dari Yeremia 33:6 menjadi landasan untuk menumbuhkan keyakinan bahwa setiap pergumulan dapat dihadapi dengan iman dan pengharapan. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat spiritual serta membantu peserta menjalani kehidupan dengan semangat pemulihan, ketenangan, dan kepercayaan kepada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *