Meski Diguyur Hujan Deras, 3.105 Siswa Semangat Ikuti Peragaan Manasik Haji

Medan (Humas) — Guyuran hujan deras sejak pagi mewarnai pelaksanaan Peragaan Manasik Haji bagi 3.105 siswa SD, SMP, dan SMA se-Kota Medan yang digelar Kantor Kementerian Agama Kota Medan melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) di Asrama Haji Medan, Rabu (30/9/2026). Meski kondisi cuaca kurang bersahabat, para siswa bersama guru pendamping tetap hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan panitia. Pembukaan kegiatan berlangsung di Gedung Madinatul Hujjah Asrama Haji Medan dan dilanjutkan dengan rangkaian peragaan manasik di lingkungan Asrama Haji Medan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Dr. H. Impun Siregar, MA, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nst, S.STP., M.AP., Kepala Seksi PAKIS Kemenag Medan H. Ahmad Faisal Nasution, M.H.I., Ketua Pokjawas PAI Kota Medan Siti Maryam Pulungan, S.Ag., Ketua Panitia Zulkarnain, serta panitia dan guru pendamping.

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Medan Dr. H. Impun Siregar, MA, menyampaikan bahwa peragaan manasik haji menjadi bagian dari pembelajaran keagamaan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membantu siswa mengenal tahapan ibadah haji sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap rangkaian melalui praktik secara langsung. Selain itu, pembelajaran melalui pengalaman dapat membuat materi keagamaan lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik. “Anak-anak kita hari ini tidak hanya belajar tentang ibadah haji melalui teori, tetapi mereka mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung, sehingga apa yang dipelajari dapat menjadi pengalaman yang bermakna bagi mereka,” ujar Impun.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nst, S.STP., M.AP., menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mempertemukan aspek pengetahuan dan praktik keagamaan. Ia menilai keterlibatan siswa dari berbagai jenjang pendidikan memberikan ruang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas. Senada dengan hal itu, kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama juga dapat membangun kedisiplinan dan kebersamaan antarpeserta selama mengikuti setiap tahapan manasik. “Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman pembelajaran yang nyata kepada anak-anak, karena mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi dapat melihat dan mempraktikkan langsung rangkaian manasik haji,” ungkap Ahmad Barli.

Sementara itu, Ketua Panitia Peragaan Manasik Haji, Zulkarnain, menjelaskan bahwa panitia telah mempersiapkan rangkaian kegiatan dengan melibatkan peserta dari jenjang SD, SMP, dan SMA se-Kota Medan. Kondisi hujan deras yang terjadi sejak pagi menjadi salah satu hal yang perlu disesuaikan dalam pelaksanaan kegiatan, namun rangkaian manasik tetap diupayakan berjalan sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, panitia bersama guru pendamping terus melakukan koordinasi agar peserta dapat mengikuti kegiatan dengan tertib dan aman. “Kami sudah mempersiapkan kegiatan ini dengan sebaik mungkin, dan meskipun hujan turun cukup deras, panitia bersama guru pendamping tetap berupaya agar rangkaian manasik dapat berjalan dengan tertib dan peserta tetap bisa mengikuti kegiatan,” tutur Zulkarnain.

Lebih lanjut, Kepala Seksi PAKIS Kemenag Medan H. Ahmad Faisal Nasution, M.H.I., mengatakan bahwa peragaan manasik haji merupakan bagian dari upaya memberikan penguatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui metode praktik. Para siswa diarahkan untuk mengikuti setiap tahapan manasik dengan pendampingan guru dan panitia sehingga mereka dapat memahami pelaksanaan ibadah secara lebih konkret. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan nilai kedisiplinan, kesabaran, ketertiban, dan kebersamaan melalui proses yang mereka jalani bersama. “Kita ingin anak-anak mendapatkan pemahaman yang utuh, bukan hanya mengetahui secara teori, tetapi juga merasakan bagaimana tahapan manasik itu dilakukan melalui praktik secara langsung,” katanya.

Rangkaian Peragaan Manasik Haji kemudian dilanjutkan dengan berbagai tahapan praktik yang berlangsung di kawasan Asrama Haji Medan dengan melibatkan seluruh peserta dan guru pendamping. Meskipun hujan masih mengguyur, peserta tetap mengikuti arahan panitia dan pendamping dengan menyesuaikan sejumlah rangkaian kegiatan berdasarkan kondisi lokasi. Selain itu, panitia terus melakukan koordinasi dengan guru pendamping agar pelaksanaan kegiatan tetap berjalan secara tertib hingga seluruh rangkaian selesai. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran keagamaan bagi 3.105 siswa sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengenal tahapan ibadah haji melalui praktik secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *