Medan (Humas) — MIN 5 Medan Jl menggelar kegiatan nonton bareng film sejarah G30S/PKI bagi siswa kelas 5 dan kelas 6, Rabu (30/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di perpustakaan madrasah tersebut menjadi salah satu sarana pembelajaran untuk mengenalkan sejarah Indonesia kepada peserta didik melalui media audiovisual. Para siswa mengikuti pemutaran film dengan tertib dan penuh perhatian hingga kegiatan selesai.
Sejak kegiatan dimulai, siswa kelas 5 dan kelas 6 tampak antusias mengikuti pemutaran film. Mereka duduk dengan tertib di ruang perpustakaan dan menyaksikan tayangan yang menggambarkan salah satu peristiwa dalam perjalanan sejarah Indonesia. Guru turut mendampingi para siswa selama kegiatan berlangsung untuk memastikan suasana tetap kondusif sekaligus membantu memberikan pemahaman terhadap tayangan yang disaksikan.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa karena pembelajaran sejarah tidak hanya dilakukan melalui buku maupun penjelasan guru di dalam kelas. Pemanfaatan media film memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh gambaran mengenai peristiwa masa lalu secara audiovisual. Dengan pendampingan guru, kegiatan menonton diarahkan tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dapat menambah wawasan dan pemahaman siswa tentang sejarah bangsa.
Kepala MIN 5 Medan, Sri Darmawati, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran sejarah dapat dikemas melalui berbagai metode yang menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penggunaan film sebagai media pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa mengenal sejarah dengan suasana belajar yang berbeda, sekaligus mendorong mereka untuk memiliki ketertarikan terhadap berbagai peristiwa yang pernah terjadi dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Anak-anak perlu mengenal sejarah bangsa melalui kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan perkembangan mereka. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menonton, tetapi juga belajar memahami peristiwa sejarah yang ditampilkan. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan penghargaan terhadap perjalanan sejarah Indonesia,” ujar Sri Darmawati.
Ia menambahkan, kehadiran guru dalam kegiatan nonton bareng memiliki peran penting agar siswa memperoleh pemahaman yang tepat terhadap materi yang mereka saksikan. Menurutnya, tayangan sejarah perlu diikuti dengan pendampingan dan penjelasan sehingga siswa tidak hanya menerima informasi dari film, tetapi juga dapat memahami nilai pembelajaran yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, kegiatan menonton dapat menjadi pengalaman edukatif yang tetap sejalan dengan tujuan pendidikan di madrasah.
“Pendampingan guru tetap menjadi bagian penting dalam kegiatan seperti ini. Guru dapat memberikan penjelasan kepada siswa mengenai informasi dan konteks sejarah yang mereka saksikan. Dengan begitu, kegiatan nonton bareng tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses belajar yang memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi peserta didik,” lanjutnya.
Perpustakaan MIN 5 Medan dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan agar siswa dapat mengikuti pemutaran film dalam suasana yang nyaman dan terarah. Para siswa duduk bersama sesuai dengan kelas masing-masing, sementara guru dan pendamping berada di sekitar mereka selama kegiatan berlangsung. Suasana perpustakaan tampak tenang dan kondusif, dengan siswa yang serius memperhatikan tayangan hingga film selesai diputar.
Selain memberikan pengalaman belajar yang berbeda, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal sejarah bangsa sejak usia sekolah dasar. Pengetahuan sejarah dinilai penting sebagai bagian dari pembentukan wawasan peserta didik, terutama dalam mengenal berbagai peristiwa masa lalu dan memahami pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Guru memberikan pendampingan agar nilai-nilai pembelajaran yang disampaikan dapat diterima siswa secara tepat.
Antusiasme siswa terlihat selama pemutaran film berlangsung. Mereka mengikuti kegiatan secara bersama-sama dengan tertib dan menunjukkan perhatian terhadap tayangan yang disajikan. Sesekali siswa tampak memberikan perhatian lebih pada bagian tertentu dari film, sementara guru tetap mendampingi agar kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Kegiatan nonton bareng tersebut juga memperlihatkan bahwa ruang perpustakaan dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran yang tidak terbatas pada aktivitas membaca. Melalui kegiatan audiovisual, siswa memperoleh suasana belajar yang berbeda dari pembelajaran rutin di kelas. Kebersamaan antara siswa dan guru selama kegiatan turut menciptakan pengalaman belajar yang lebih variatif bagi peserta didik.
MIN 5 Medan terus berupaya menghadirkan kegiatan pembelajaran yang beragam untuk mendukung perkembangan wawasan peserta didik. Pembelajaran sejarah dapat dikembangkan melalui berbagai media yang dekat dengan dunia siswa, termasuk pemanfaatan film sebagai media audiovisual. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk belajar bersama, mengenal sejarah, serta memahami pentingnya menghargai perjalanan bangsa Indonesia.
Kegiatan nonton bareng film G30S/PKI berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai. Siswa kelas 5 dan kelas 6 mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, sementara guru dan pendamping turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. MIN 5 Medan berharap kegiatan pembelajaran semacam ini dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa sekaligus memperluas wawasan mereka tentang sejarah bangsa.

