Medan (Humas) – Membangun silaturahmi dan memperkuat sinergitas dengan berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan terus dilakukan Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I. Salah satunya melalui kehadiran dalam Pengajian Akbar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Medan yang digelar di pelataran Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, Jalan Setia Budi Nomor 191, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sabtu, (3/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Utara, Penelaah Teknis Kebijakan Muhammad Dedy Azrul, S.H., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Medan Agus Maryono, S.Ag., M.Pd.I., Pembina YPSA Drs. H. Sofyan Raz, Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawati Sofyan Raz, Kepala Departemen Keislaman dan Dakwah YPSA Azhar Fauzi, M.Pd.I., serta Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Paidi, S.Ag. Hadir pula perwakilan Lanud Soewondo, UIN Sumatera Utara, Koramil Sunggal, serta pengurus pengajian dan majelis taklim Kota Medan.
Pengajian Akbar YPSA mengangkat tema “Membangun Karakter yang Positif”. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Faiz Zuradifa Taufiqullah, siswa YPSA. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan merdu dan penuh penghayatan menciptakan suasana yang khidmat serta memberikan ketenangan bagi para peserta yang hadir.
Ceramah agama disampaikan oleh Prof. Dr. Watni Marpaung, M.A. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa pembentukan karakter positif harus dimulai dari penguatan hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama manusia. Menurutnya, terdapat beberapa hal penting yang perlu diterapkan dalam kehidupan, di antaranya senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, berbakti kepada kedua orang tua, tidak mempersekutukan Allah, mendirikan salat lima waktu, hidup sederhana, berbicara dengan lemah lembut, serta menghindari sifat sombong. “Membangun karakter positif dapat dilakukan dengan bersyukur kepada Allah SWT, berbakti kepada kedua orang tua, tidak mempersekutukan Allah, mendirikan salat lima waktu, hidup sederhana, berbicara lemah lembut, dan tidak sombong,” ujar Watni Marpaung.
Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, menyambut positif pelaksanaan Pengajian Akbar YPSA tersebut. Ia menilai kegiatan keagamaan seperti ini menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan antara KUA Medan Sunggal dan YPSA. “Kami sangat antusias untuk terus bekerja sama dan membangun silaturahmi dengan YPSA, sehingga rasa kekeluargaan dan persaudaraan tetap terjaga, tidak hilang, serta dapat berkelanjutan. Kami juga mengapresiasi Pengajian Akbar YPSA karena sangat bermanfaat dalam menambah keilmuan dan keimanan kepada Allah SWT,” ujar Agus Salim.
Pengajian Akbar YPSA berlangsung dengan ramai, khidmat, dan penuh antusiasme dari para peserta. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan penguatan nilai-nilai keislaman dalam membentuk karakter yang baik. Melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami pentingnya akhlak mulia, ketaatan beribadah, menghormati orang tua, hidup sederhana, serta menjauhi kesombongan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Pengajian Akbar YPSA menjadi momentum positif dalam meningkatkan keilmuan, keimanan, dan pembentukan karakter positif di tengah masyarakat.(Paidi).

