Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Drs. H. Fuji, MA., melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada pasien rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan, Jalan KH. Wahid Hasyim Nomor 1, Kelurahan Merdeka, Kota Medan, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memberikan semangat, motivasi, serta penguatan spiritual kepada pasien yang sedang menjalani perawatan.
Dalam kegiatan tersebut, Fuji memberikan bimbingan kepada pasien rawat inap yang beragama Islam dengan mengunjungi mereka dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Ia menyampaikan pesan agar pasien tetap memiliki semangat dan kekuatan dalam menghadapi proses pengobatan serta tidak lupa mengonsumsi obat yang telah diberikan oleh dokter sesuai dengan aturan yang ditetapkan.
Fuji juga mengingatkan pasien agar senantiasa meyakini bahwa kesembuhan merupakan kehendak Allah SWT. Menurutnya, keyakinan dan sikap positif dapat membantu pasien menghadapi penyakit dengan lebih tenang dan penuh harapan. “Pasien harus yakin bahwa penyakit yang dideritanya akan diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Dengan keyakinan tersebut, insyaallah hati menjadi lebih tenang dalam menjalani proses pengobatan,” ujar Fuji.
Selain itu, Fuji mengajak pasien untuk tetap melaksanakan ibadah salat meskipun sedang dalam kondisi sakit, tentunya sesuai dengan kemampuan dan ketentuan syariat. Ia menekankan pentingnya sabar dan salat sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dalam menghadapi ujian. “Tetaplah melaksanakan salat dan bersabar. Sabar dan salat merupakan modal terbaik untuk mendapatkan pertolongan serta kesembuhan dari Allah SWT,” katanya.
Kepada keluarga pasien, Fuji juga memberikan motivasi agar tetap tabah, sabar, dan setia mendampingi anggota keluarga yang sedang menjalani perawatan. Kehadiran keluarga dinilai sangat penting karena dapat memberikan rasa nyaman dan dukungan psikologis bagi pasien. “Pasien membutuhkan teman dan dukungan selama berada di ruangan. Jangan biarkan pasien merasa sendirian. Hiburlah dan berikan suasana yang menyenangkan karena hati yang tenang dapat membantu pasien menjalani proses penyembuhan,” ungkapnya.
Bimbingan dan penyuluhan kemudian diakhiri dengan doa bersama yang penuh harapan kepada Allah SWT agar seluruh pasien yang sedang menjalani rawat inap di RS Bhayangkara Tingkat II Medan diberikan ketabahan, kesabaran, kekuatan, serta kesembuhan atas penyakit yang dideritanya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan keagamaan KUA Medan Sunggal dalam menghadirkan pendampingan spiritual bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi konsistensi penyuluh agama Islam dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada pasien di rumah sakit. “Saat orang sedang sakit, kita perlu menjenguk dan memberikan kekuatan serta motivasi keagamaan. Kehadiran penyuluh di tengah pasien sangat bermanfaat karena dapat memberikan ketenangan, semangat, dan penguatan iman. Semoga melalui pendampingan ini, terpancar harapan dan senyuman dari wajah pasien serta Allah SWT memberikan kesembuhan,” ujar Agus Salim.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di RS Bhayangkara Tingkat II Medan menunjukkan bahwa pelayanan penyuluh agama tidak hanya dilakukan di lingkungan masyarakat, tetapi juga hadir mendampingi pasien yang sedang menghadapi ujian sakit. Melalui pesan tentang sabar, salat, ikhtiar, dukungan keluarga, dan doa, diharapkan pasien memperoleh ketenangan batin serta semangat untuk menjalani proses pengobatan hingga memperoleh kesembuhan dari Allah SWT.(Paidi).

