Bangun Generasi Qur’ani, PAI KUA Medan Petisah Gencarkan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an

Medan (Humas) — Dalam upaya memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Petisah terus menggencarkan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. Kegiatan penyuluhan kali ini dilaksanakan bagi anak-anak di lingkungan sekitar RQ. Darul Huffadz Ar Rafik, Jalan Pembangunan No. 42, Medan, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti anak-anak dari lingkungan sekitar RQ. Darul Huffadz Ar Rafik. Para peserta mendapatkan bimbingan membaca Al-Qur’an secara langsung dengan materi yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Dalam penyuluhan, PAI memberikan pendampingan mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, pelafalan dan penyambungan huruf, membaca ayat Al-Qur’an, hingga pengenalan dasar-dasar ilmu tajwid. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan bacaan secara langsung serta mendapatkan koreksi dan bimbingan agar kemampuan membaca Al-Qur’an mereka semakin baik.

Selain pembelajaran teknis membaca Al-Qur’an, PAI memberikan motivasi dan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya mencintai serta membiasakan diri membaca Al-Qur’an. Anak-anak diajak menjadikan kegiatan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan tempat belajar.

PAI KUA Kecamatan Medan Petisah, Nurlely, M.Sos., mengatakan bahwa pembinaan Al-Qur’an kepada anak-anak merupakan bagian penting dalam membangun generasi yang memiliki fondasi keagamaan dan akhlak yang baik.

“Anak-anak perlu kita dekatkan dengan Al-Qur’an sejak dini. Kita dampingi mereka agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an. Harapannya, mereka tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” ujarnya.

Menurut Nurlely, pemberantasan buta aksara Al-Qur’an membutuhkan pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. PAI memiliki peran untuk hadir di tengah masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan motivasi keagamaan, khususnya bagi generasi muda.

“Proses belajar Al-Qur’an membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Karena itu, anak-anak harus terus diberikan motivasi agar tidak mudah menyerah ketika menemukan kesulitan dalam belajar membaca Al-Qur’an,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dan lingkungan dalam keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan PAI akan lebih optimal apabila dilanjutkan dengan pembiasaan membaca Al-Qur’an di rumah dan didukung oleh lingkungan yang positif.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana edukatif dan penuh semangat. Anak-anak mengikuti pembelajaran dengan antusias dan berinteraksi langsung dengan PAI selama proses bimbingan berlangsung.

Melalui kegiatan tersebut, PAI KUA Kecamatan Medan Petisah berkomitmen untuk terus memperkuat peran Penyuluh Agama dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an diharapkan dapat terus digencarkan sehingga semakin banyak anak-anak yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak, berkarakter, dan mencintai Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *