Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Bangun Pengharapan dan Keteguhan Iman Warga Binaan Rutan Perempuan

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat pendampingan spiritual bagi warga binaan melalui kegiatan bimbingan rohani di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas II A Medan, Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan bersama Verawati Butar-Butar, M.Pd., dan tim tersebut menjadi bagian dari pelayanan keagamaan untuk menumbuhkan pengharapan, memperteguh iman, serta mendorong warga binaan menjalani masa pembinaan dengan semangat memperbaiki diri.

Bimbingan rohani berlangsung melalui rangkaian ibadah, penyampaian firman Tuhan, dan doa bersama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman iman, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperoleh penguatan batin dalam menghadapi berbagai pergumulan selama menjalani masa pembinaan.

Khotbah disampaikan oleh Dr. Saronisa Ginting dengan mengambil dasar firman Tuhan dari Kejadian 35:1–5. Melalui tema “Spiritual Mempengaruhi Segala Sesuatu”, peserta diajak memahami bahwa kehidupan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, sikap, pengambilan keputusan, serta tindakan seseorang dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Dalam penyampaiannya, Dr. Saronisa Ginting menekankan pentingnya membangun kehidupan spiritual yang baik sebagai landasan untuk melakukan perubahan diri. Menurutnya, penguatan iman dapat membantu seseorang melihat kehidupan dengan lebih positif, menyikapi persoalan secara bijaksana, serta memiliki keberanian untuk menjalani proses pembaruan diri.

“Ketika kehidupan spiritual kita dibangun dengan baik, maka hal itu akan memengaruhi cara kita berpikir, bersikap, mengambil keputusan, dan menjalani setiap proses kehidupan,” ungkapnya.

Pesan firman Tuhan dari Kejadian 35:1–5 juga mengajak peserta merefleksikan pentingnya pembaruan kehidupan, meninggalkan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai iman, serta membangun komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Melalui perenungan tersebut, warga binaan diharapkan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk mengevaluasi diri, memperkuat keyakinan, dan menata langkah menuju perubahan yang positif.

Selain khotbah, rangkaian ibadah diisi dengan pelayanan oleh tim pendamping. Betaria Hutapea bertugas sebagai pembawa acara, sedangkan doa syafaat dipimpin oleh Amanda Purba. Dalam doa bersama tersebut, peserta diajak menyerahkan berbagai kebutuhan, pergumulan, dan harapan kepada Tuhan, sekaligus memohon kekuatan agar dapat menjalani setiap proses kehidupan dengan keteguhan iman.

Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan, Verawati Butar-Butar, M.Pd., bersama tim yang terdiri atas Rohana, Junita, Debora, Basaria, dan Sedra Terigan, turut mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran tim menjadi wujud komitmen untuk memberikan pendampingan rohani secara berkelanjutan, sehingga warga binaan tetap memperoleh perhatian dan penguatan spiritual selama menjalani masa pembinaan.

Verawati menyampaikan bahwa bimbingan rohani memiliki arti penting dalam membantu warga binaan memelihara pengharapan dan membangun tekad untuk memperbaiki kehidupan. Menurutnya, pendampingan keagamaan diharapkan dapat membantu peserta menemukan kekuatan batin, menumbuhkan kesadaran diri, serta menjadikan nilai-nilai iman sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap bimbingan rohani ini dapat menjadi penguatan bagi warga binaan agar tetap memiliki pengharapan, memperbaiki diri, dan menjadikan kehidupan spiritual sebagai dasar dalam menjalani setiap proses,” ujarnya.

Ia juga berharap nilai-nilai yang diperoleh melalui ibadah dan perenungan firman Tuhan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dengan demikian, pembinaan spiritual dapat menjadi bagian dari proses membangun karakter, menumbuhkan tanggung jawab, dan mempersiapkan warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Pelaksanaan bimbingan rohani di Rutan Perempuan Kelas II A Medan menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Melalui pendampingan yang berkesinambungan, warga binaan diharapkan semakin teguh dalam iman, memiliki pengharapan dalam menghadapi masa depan, serta terdorong untuk melakukan perubahan positif dalam kehidupan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan salah satu bentuk dukungan dalam proses pemulihan dan pembentukan karakter. Dengan penguatan iman, pendampingan yang penuh kepedulian, serta komitmen untuk terus memperbaiki diri, warga binaan diharapkan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan mempersiapkan diri kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *