PAI Kemenag Medan Ajak Jamaah MT Fatimah Az Zahra Perkuat Tawakal melalui QS. At-Taubah Ayat 51

Medan (Humas) – Memperkuat tawakal kepada Allah SWT menjadi salah satu bekal penting bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim (MT) Fatimah Az Zahra, Jalan Kapten Muslim, Kompleks Gaverta V, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (13/10/2026). Kegiatan menghadirkan Lela Hamidah, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Belawan, sebagai narasumber dengan materi tafsir QS. At-Taubah ayat 51. Sementara itu, kegiatan dipandu oleh Nita Lamongga, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Barat, yang bertindak sebagai moderator.

Dalam penyampaiannya, Lela Hamidah menjelaskan bahwa QS. At-Taubah ayat 51 mengajarkan umat Islam untuk meyakini segala sesuatu terjadi atas ketetapan Allah SWT. Keyakinan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesabaran, keteguhan hati, dan sikap berserah diri ketika menghadapi berbagai keadaan. “QS. At-Taubah ayat 51 mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang menimpa manusia telah berada dalam ketetapan Allah SWT, sehingga kita harus tetap sabar, berikhtiar, dan bertawakal kepada-Nya,” ungkap Lela. Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap ayat tersebut dapat menjadi landasan bagi jamaah untuk menghadapi kehidupan dengan iman yang kuat dan hati yang lebih tenang.

Lela juga menerangkan bahwa tawakal tidak berarti berhenti berusaha atau menyerahkan segala urusan tanpa melakukan ikhtiar. Sebaliknya, tawakal harus disertai usaha yang sungguh-sungguh, doa, serta kesiapan menerima hasil yang telah ditetapkan Allah SWT. Selain itu, umat Islam perlu menghindari sikap berputus asa ketika menghadapi kesulitan maupun kesombongan saat memperoleh keberhasilan. Dengan demikian, keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Materi penyuluhan tersebut mengajak jamaah untuk menjadikan nilai-nilai dalam QS. At-Taubah ayat 51 sebagai pedoman ketika menghadapi persoalan keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat. Lela menekankan bahwa keyakinan terhadap ketetapan Allah SWT hendaknya tidak mengurangi semangat untuk berusaha memperbaiki keadaan. “Kita tetap harus berusaha dan berdoa dengan sebaik-baiknya, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan,” jelasnya. Melalui pemahaman tersebut, jamaah diharapkan mampu menyikapi berbagai keadaan dengan lebih bijaksana, sabar, dan tidak mudah kehilangan harapan.

Sementara itu, Ketua MT Fatimah Az Zahra, Sri Lestari, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pembinaan keagamaan yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan. Ia berharap kegiatan Bimluh dapat terus dilaksanakan sebagai sarana menambah pengetahuan agama dan memperkuat keimanan jamaah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan atas pembinaan yang diberikan, semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi seluruh jamaah,” ujar Sri Lestari. Senada dengan hal itu, pembinaan keagamaan di majelis taklim menjadi ruang belajar bersama untuk memperdalam pemahaman Islam sekaligus menguatkan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi kesempatan bagi jamaah untuk memperdalam pemahaman mengenai makna tawakal dalam ajaran Islam. Melalui kajian QS. At-Taubah ayat 51, jamaah diharapkan semakin memahami pentingnya memadukan ikhtiar, doa, kesabaran, dan penyerahan diri kepada Allah SWT. Selain itu, pesan yang disampaikan dalam penyuluhan diharapkan dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan tetap menjaga keteguhan iman. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan diharapkan terus berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman keagamaan dan memperkuat kehidupan spiritual masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *