Perkuat Kemandirian Pesantren, Kasi Penmad Kemenag Medan Hadiri Silaturahim Pesantren Binaan BI Sumut

Medan (Humas) — Penguatan kemandirian ekonomi pesantren menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Relay Silaturahim Pesantren Binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., M.M., di Lantai 6 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Jalan Balai Kota Nomor 4, Medan, Selasa (13/10/2026).

Kehadiran Yose Rizal dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pemenuhan undangan resmi sekaligus mewakili pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah (PPMDH) Medan. Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, Bank Indonesia, dan lembaga pesantren dalam mengembangkan potensi ekonomi yang dapat mendukung kemandirian serta keberlanjutan pendidikan pesantren.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 yang mengusung tema “Transformasi dan Inovasi Pesantren untuk Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ekonomi Berkelanjutan”. Forum ini diikuti oleh jajaran pimpinan pondok pesantren dan pengelola unit usaha pesantren binaan Bank Indonesia untuk berbagi wawasan serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Sumatera Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Yose Rizal menyampaikan apresiasi atas upaya Bank Indonesia yang turut mendorong pengembangan ekonomi pesantren. Menurutnya, pembinaan dan pemberdayaan unit usaha pesantren sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam mendukung lembaga pendidikan Islam agar tidak hanya berperan dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

“Kami sangat bersyukur dan mendukung penuh langkah Bank Indonesia yang terus berkomitmen memajukan perekonomian pesantren demi kesejahteraan umat,” ujar Yose Rizal. Ia menambahkan bahwa potensi unit usaha di lingkungan pesantren perlu terus dikembangkan melalui pengelolaan yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh santri, lembaga pesantren, serta masyarakat di sekitarnya.

Menurut Yose Rizal, kolaborasi antarpemangku kepentingan memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi ekonomi pesantren. Sinergi antara Bank Indonesia, Kementerian Agama, dan pengelola pesantren diharapkan dapat membuka peluang pengembangan usaha, meningkatkan kapasitas pengelolaan, serta mendorong lahirnya inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing pesantren.

“Sinergi antara Bank Indonesia, Kementerian Agama, dan pimpinan pesantren merupakan kunci utama dalam mewujudkan ekosistem ekonomi syariah yang solid di Sumatera Utara,” kata Yose Rizal. Ia berharap pesantren dapat terus mengembangkan unit usaha yang produktif sehingga mampu memperkuat pembiayaan kegiatan pendidikan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Rangkaian kegiatan Relay Silaturahim Pesantren turut diisi dengan laporan DEKS DPP HEBITREN, sambutan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. M. Anwar Iskandar, serta penyampaian keynote speech oleh ADG 6 Bank Indonesia, Solikin M. Juhro. Para peserta juga mengikuti sesi talkshow interaktif yang membahas langkah-langkah transformasi dalam pengelolaan ekonomi pesantren agar lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diawali dengan registrasi peserta, makan malam bersama, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Pertemuan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai penanda kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat jejaring antarpesantren binaan Bank Indonesia.

Melalui keikutsertaan dalam forum tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat dalam mendorong pengembangan unit usaha pesantren, termasuk di lingkungan Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Medan. Dengan pengelolaan yang terarah dan dukungan berbagai pihak, pesantren diharapkan semakin mampu memperkuat kemandirian lembaga sekaligus berkontribusi dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *