Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Area, Ikhwan, S.H.I., mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah Swt., khususnya kesehatan dan waktu luang yang sering kali terlupakan. Pesan tersebut disampaikan dalam tausiyah keagamaan kepada ibu-ibu Arisan Zainal Abidin, Minggu (18/10/2026).
Dalam tausiyahnya, Ikhwan menjelaskan bahwa rasa syukur merupakan salah satu kunci untuk meraih keberkahan hidup. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, sebagian orang kerap terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan berfokus pada keinginan yang belum terpenuhi sehingga kurang menyadari berbagai nikmat yang telah dimiliki.
“Sering kali kita baru menyadari betapa berharganya suatu nikmat ketika nikmat tersebut telah berkurang atau hilang. Padahal, setiap hari Allah Swt. memberikan begitu banyak karunia yang patut kita syukuri,” ungkap Ikhwan dalam tausiyahnya.
Ia secara khusus mengingatkan jamaah tentang dua nikmat besar yang sering dilalaikan manusia, yakni kesehatan dan waktu luang. Menurutnya, kedua nikmat tersebut merupakan kesempatan berharga yang seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal saleh, mempererat silaturahmi, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Pesan tersebut sejalan dengan hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, yang artinya, “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari, no. 6412). Hadis ini mengingatkan umat Islam agar tidak terlena dengan keadaan ketika tubuh masih sehat dan kesempatan untuk berbuat baik masih terbuka.
Ikhwan mengajak para jamaah untuk menjadikan kesehatan sebagai sarana memperkuat ketaatan kepada Allah Swt. dan membantu sesama. Sementara itu, waktu luang hendaknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca Al-Qur’an, menambah ilmu agama, mendampingi keluarga, menjaga hubungan persaudaraan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan dengan kalimat alhamdulillah, tetapi juga perlu diwujudkan melalui hati dan perbuatan. Kesadaran bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah Swt. hendaknya mendorong setiap orang untuk menggunakan nikmat tersebut secara bertanggung jawab dan sesuai dengan tuntunan agama.
“Bersyukur bukan hanya mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga bagaimana kita menggunakan nikmat yang diberikan Allah untuk melakukan kebaikan. Ketika sehat, gunakan kesempatan itu untuk beribadah dan membantu sesama. Ketika memiliki waktu luang, jangan sia-siakan untuk hal yang tidak bermanfaat,” demikian pesan yang ditekankan dalam tausiyah tersebut.
Kegiatan tausiyah bersama ibu-ibu Arisan Zainal Abidin ini menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pembinaan tersebut, jamaah diajak untuk membiasakan sikap syukur, sabar, dan ikhlas dalam menghadapi berbagai keadaan, baik ketika memperoleh kebahagiaan maupun saat menghadapi kesulitan.
Ikhwan berharap, pesan tentang pentingnya mensyukuri nikmat kesehatan dan waktu luang dapat diterapkan oleh para jamaah dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Dengan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik, umat Islam diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun hubungan yang harmonis dengan sesama.
Melalui kegiatan penyuluhan agama ini, KUA Kecamatan Medan Area terus mendorong penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Kesadaran untuk mensyukuri nikmat Allah Swt. diharapkan menjadi motivasi bagi jamaah untuk menjalani kehidupan dengan lebih bermakna, memperbanyak amal saleh, serta mengupayakan keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.

