Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat pembinaan umat melalui kegiatan dakwah yang mendorong peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengajian Al Barokah Lintas SMA 10 dan 11 yang berlangsung di Jalan Sosro, Gang Buntu, Tembung, Minggu (18/10/2026), bertepatan dengan 7 Jumadil Awal 1448 Hijriah. Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Amri Sembiring, S.H.I., menyampaikan tausiyah bertema “10 Penyebab Tertolaknya Doa” yang mengajak jemaah untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah. Selain memperdalam wawasan keislaman, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan agar jemaah semakin memahami pentingnya menjaga hubungan dengan Allah Swt. dan sesama manusia.
Dalam tausiyahnya, Amri Sembiring menjelaskan bahwa doa merupakan bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Allah Swt. yang perlu disertai keikhlasan, keyakinan, dan kesungguhan dalam menjalankan perintah-Nya. Ia mengajak jemaah untuk tidak hanya memperbanyak doa, tetapi juga melakukan muhasabah terhadap niat, perilaku, dan amalan yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. “Doa hendaknya tidak hanya menjadi permohonan yang kita sampaikan kepada Allah Swt., tetapi juga harus disertai usaha memperbaiki diri, menjaga perilaku, dan meningkatkan kualitas ibadah,” ujarnya. Pesan tersebut menegaskan pentingnya menyelaraskan permohonan kepada Allah Swt. dengan ikhtiar dan upaya memperbaiki diri secara berkelanjutan.
Sementara itu, tema tentang penyebab tertolaknya doa menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga perilaku dan menjalankan kewajiban agama dengan penuh tanggung jawab. Jemaah diajak untuk memperhatikan kehalalan rezeki, menjauhi perbuatan maksiat, memperbaiki akhlak, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Selain itu, setiap doa perlu diiringi ikhtiar, kesabaran, dan sikap tawakal dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dengan pemahaman tersebut, jemaah diharapkan semakin terdorong untuk menjadikan muhasabah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
Senada dengan hal itu, jemaah juga diingatkan agar tidak mudah berputus asa ketika doa yang dipanjatkan belum terwujud sesuai dengan harapan. Menjaga prasangka baik kepada Allah Swt. menjadi bagian penting dalam membangun keteguhan hati ketika menghadapi ujian dan ketidakpastian. Memperbanyak istigfar, memperbaiki amalan, serta terus berusaha melakukan kebaikan merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat kehidupan spiritual. Melalui pesan tersebut, jemaah diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan kesabaran sekaligus terus memperbaiki hubungan dengan Allah Swt.
Kegiatan Pengajian Al Barokah Lintas SMA 10 dan 11 ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di antara jemaah. Melalui pembinaan keagamaan seperti ini, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan berupaya menghadirkan dakwah yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Selain itu, pengajian dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat akhlak, dan membangun kebiasaan saling mengingatkan dalam kebaikan. Dengan demikian, materi tausiyah diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan terus berperan dalam mendukung pembinaan umat melalui penyampaian pesan-pesan keagamaan yang edukatif dan menyejukkan. Kegiatan pengajian menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ajaran Islam sekaligus mendorong pengamalannya secara konsisten. Melalui tausiyah tentang 10 penyebab tertolaknya doa, jemaah diharapkan semakin terdorong untuk melakukan introspeksi, menjaga ibadah, dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, pembinaan keagamaan ini diharapkan dapat memperkuat keimanan, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta membentuk umat yang senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt.

