Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada pasien rawat inap di Rumah Sakit Prof. dr. Chairuddin Panusunan Lubis (RSP CPL) Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Dr. Mansyur Nomor 66, Kelurahan Merdeka, Kota Medan, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi, menumbuhkan harapan, serta memanjatkan doa agar para pasien diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.
Dalam pelaksanaannya, Paidi mengunjungi pasien dari satu ruangan ke ruangan lainnya untuk memberikan bimbingan kerohanian kepada pasien yang beragama Islam. Sementara itu, pasien yang menganut agama dan kepercayaan lain mendapatkan pelayanan bimbingan kerohanian sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan spiritual pasien agar tetap memiliki ketenangan hati, kekuatan batin, dan semangat dalam menjalani proses pengobatan.
Dalam penyampaiannya, Paidi mengajak para pasien untuk senantiasa bersabar dan ikhlas ketika menghadapi ujian berupa penyakit. Menurutnya, kehidupan tidak selalu dipenuhi kebahagiaan dan kesenangan, tetapi ada kalanya manusia menghadapi kesulitan yang membutuhkan ketabahan dan keyakinan. “Ketika kita diuji dengan penyakit, kita harus tetap kuat, yakin akan diberikan kesembuhan, serta senantiasa bersabar dan ikhlas menerima ujian dari Allah SWT,” ujar Paidi.
Lebih lanjut, Paidi mengajak pasien untuk mengambil hikmah dari ujian yang sedang dihadapi, termasuk menjadikannya sebagai kesempatan untuk memperbaiki pola hidup dan menjaga kesehatan. Ia mengingatkan pentingnya beristirahat dengan cukup, menghindari kebiasaan begadang, mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih, serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, kebersihan diri dan lingkungan merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit.
Paidi juga menyampaikan bahwa ujian berupa penyakit dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Ia mengajak pasien memanfaatkan waktu untuk memperbaiki kualitas ibadah, melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, serta mempererat hubungan dengan orang tua dan keluarga. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya senantiasa berbuat baik dan memberikan manfaat kepada orang lain. “Boleh jadi, saat ini kita diingatkan untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, dan memperbanyak kebaikan,” tambahnya.
Kegiatan bimbingan kerohanian tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar para pasien diberikan kesembuhan, kekuatan, dan ketenangan hati. Doa juga dipanjatkan agar keluarga yang merawat pasien senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, serta keikhlasan dalam mendampingi anggota keluarga yang sedang menjalani perawatan. Kehadiran penyuluh agama di lingkungan rumah sakit diharapkan dapat memberikan dukungan spiritual yang membantu pasien menghadapi masa pemulihan dengan lebih optimistis.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Paidi yang secara konsisten melaksanakan pendampingan kerohanian bagi pasien. Ia menilai bahwa bimbingan agama memiliki peran penting dalam memberikan pencerahan, memperkuat nilai-nilai spiritual, dan menumbuhkan semangat untuk sembuh. “Kami mengapresiasi penyuluh agama Islam yang senantiasa mendampingi pasien untuk memberikan pencerahan dan ilmu agama yang dapat meningkatkan nilai spiritual serta semangat untuk sembuh kembali,” ujar Agus Salim.
Melalui bimbingan dan penyuluhan kerohanian di RSP CPL USU, KUA Medan Sunggal terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat. Pendampingan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesabaran, keikhlasan, dan optimisme bagi pasien serta memberikan kekuatan batin bagi keluarga dalam menghadapi ujian penyakit.(Paidi).

