Medan (Humas) — Sebanyak 25 santri Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam (PPMDH TPI) Medan menghadiri undangan untuk mengikuti program OASE Iman yang disiarkan secara langsung oleh TVRI Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026). Program yang berlangsung pukul 14.30 hingga 16.00 WIB tersebut mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Kehadiran para santri dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menambah wawasan keagamaan dan kebangsaan, sekaligus mengenal lebih dekat penyampaian gagasan melalui media penyiaran. Para santri dapat menyimak pembahasan mengenai peran pesantren dan generasi santri dalam membangun bangsa, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta berkontribusi bagi masa depan Indonesia.
Program OASE Iman menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., dan Ketua Badan Silaturahmi Pesantren Provinsi Sumatera Utara, Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis, M.Psi. Keduanya hadir membahas tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” yang menyoroti pentingnya peran santri dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa.
Kepala Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan, Ahmad Rifai Sinaga, S.Sos., menyampaikan bahwa keikutsertaan para santri dalam kegiatan tersebut merupakan pengalaman edukatif yang bermanfaat untuk memperluas wawasan dan menumbuhkan kepercayaan diri. Menurutnya, santri perlu memperoleh kesempatan belajar dari berbagai sumber, termasuk melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan yang disiarkan kepada masyarakat luas.
Ia berharap pengalaman mengikuti program OASE Iman dapat memotivasi para santri untuk terus meningkatkan pengetahuan, memperkuat akhlak, serta memahami tanggung jawab mereka sebagai generasi penerus bangsa. Santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para santri memperoleh pengalaman dan wawasan baru tentang peran santri dalam membangun negeri. Santri harus terus belajar, menjaga akhlak, menghormati guru dan orang tua, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu dan berkarakter. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan ikut mewujudkan Indonesia Emas,” ungkap Ahmad Rifai Sinaga.

Melalui tema yang diangkat, para santri diharapkan memahami bahwa kontribusi bagi bangsa tidak terbatas pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga mencakup penguatan akhlak, kepedulian sosial, semangat persatuan, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, mandiri, berkarakter, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi 25 santri Darul Hikmah TPI Medan, keikutsertaan dalam kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung proses penyelenggaraan program televisi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai dunia penyiaran sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya media sebagai sarana menyampaikan pesan pendidikan dan keagamaan.
Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan terus mendukung kegiatan yang dapat memperkaya pengalaman belajar santri, baik di lingkungan pesantren maupun di luar kelas. Melalui berbagai kesempatan edukatif, santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan luas, berakhlak mulia, serta siap berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Partisipasi dalam program OASE Iman TVRI ini menjadi momentum untuk meneguhkan semangat bahwa santri merupakan bagian penting dalam pembangunan bangsa. Dengan bekal ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan karakter yang kuat, santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang berkontribusi bagi kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas.

