Medan (Humas) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Kota Medan menggelar kegiatan Safari Motivasi Qur’an dengan menghadirkan Muhammad Naja Hudia, yang dikenal melalui ajang Hafiz Indonesia 2019, pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.15 WIB ini berlangsung di lingkungan MIN 7 Kota Medan, Jalan Merpati II, P. Mandala, Medan, dan Masjid Al Ihsan, dengan mengusung tema “Hadirkan Seorang Istimewa yang Mampu Memotivasi Kita tentang Kecintaan kepada Al-Qur’an”. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya madrasah dalam menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat pendidikan karakter religius sejak usia dini.
Safari Motivasi Qur’an ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, Pengawas Madrasah Nayla Amna, M.Ps.I, Ketua Komite Madrasah Dra. Nursalimi, M.Ag, serta Kepala MIN 7 Kota Medan Safnita Rahmi Ahkam, S.Pd.I. Turut hadir dewan guru, pegawai, serta seluruh siswa dan siswi MIN 7 Kota Medan yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan dan kepedulian bersama terhadap penguatan pendidikan keagamaan, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara madrasah, keluarga, dan pemangku kepentingan dalam membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan H. Impun Siregarmenyampaikan bahwa menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu dilakukan sejak usia dini melalui pembiasaan yang berkelanjutan. Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca dan dihafalkan, tetapi juga harus dipahami kandungannya serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap kegiatan Safari Motivasi Qur’an dapat menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan membentuk karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, memiliki pemahaman agama yang baik, serta mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam lingkungan keluarga, madrasah, dan masyarakat.
“Anak-anak harus dibiasakan untuk mencintai Al-Qur’an sejak dini. Jangan hanya sekadar membaca dan menghafalkannya, tetapi juga berusaha memahami serta mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Impun Siregar. Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam mendampingi anak-anak membangun kebiasaan positif, seperti membaca Al-Qur’an secara rutin, menjaga perilaku, serta membiasakan diri melakukan kebaikan. Dengan pendampingan yang konsisten, diharapkan nilai-nilai keislaman dapat tumbuh menjadi bagian dari kepribadian peserta didik, bukan sekadar pengetahuan yang diperoleh selama proses pembelajaran.
Sementara itu, Pengawas Madrasah Nayla Amna mengajak seluruh siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan membaca Al-Qur’an perlu disertai dengan kemauan untuk memahami pesan-pesan kebaikan yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya melalui sikap serta tindakan nyata. “Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Teruslah belajar, membaca, dan menghafal sesuai kemampuan masing-masing, serta tunjukkan kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui akhlak yang baik,” pesannya kepada para siswa. Ia berharap kehadiran Muhammad Naja Hudia dapat memberikan dorongan positif agar peserta didik semakin percaya diri, tekun, dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan kemampuan mereka.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Komite Madrasah, Nursalimi yang menilai bahwa pembentukan karakter religius membutuhkan kerja sama yang kuat antara madrasah dan keluarga. Menurutnya, pendidikan agama akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila pembiasaan yang diterapkan di madrasah juga dilanjutkan oleh orang tua di rumah. Ia berharap Safari Motivasi Qur’an dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang religius, kondusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik, baik dari sisi pengetahuan maupun pembentukan akhlak.
Kepala MIN 7 Kota Medan, Safnita Rahmi Ahkam menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, pengawas madrasah, komite madrasah, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Safari Motivasi Qur’an merupakan bagian dari upaya madrasah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang inspiratif sekaligus memperkuat pembinaan spiritual siswa. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat anak-anak untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, rajin membaca dan menghafalnya, serta menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin peserta didik MIN 7 Kota Medan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat dan akhlak yang mulia,” ungkap Safnita.
Kehadiran Muhammad Naja Hudia menjadi momen istimewa bagi para siswa untuk memperoleh inspirasi tentang semangat belajar, ketekunan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Melalui sosok yang dikenal luas lewat ajang Hafiz Indonesia 2019 tersebut, peserta didik diharapkan memahami bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui usaha, latihan, doa, dan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan juga diharapkan menjadi awal tumbuhnya kebiasaan positif dalam mempelajari Al-Qur’an, sekaligus memperkuat nilai kedisiplinan, rasa syukur, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama.
Rangkaian kegiatan Safari Motivasi Qur’an ditutup dengan foto bersama yang melibatkan Muhammad Naja Hudia, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, pengawas madrasah, ketua komite, kepala madrasah, dewan guru, pegawai, serta seluruh siswa dan siswi MIN 7 Kota Medan. Kebersamaan tersebut menjadi simbol dukungan bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian penting dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter. Melalui kegiatan ini, MIN 7 Kota Medan berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan keagamaan dan menumbuhkan generasi Qur’ani yang beriman, berilmu, berprestasi, serta berakhlak mulia sehingga mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

